Lika-Liku BUMN, Resign Massal Hingga Pemecatan Bos Main Golf

Kaleidoskop 2013

Lika-Liku BUMN, Resign Massal Hingga Pemecatan Bos Main Golf

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 30 Des 2013 14:35 WIB
Lika-Liku BUMN, Resign Massal Hingga Pemecatan Bos Main Golf
Jakarta - Selama Dahlan Iskan menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berbagai dinamika terjadi di bawah kepemimpinannya. Berbagai gebrakan hingga kebijakannya menimbulkan berbagia pro kontra.

Tak terkecuali gejolak yang muncul di internal BUMN. Seperti kasus resign massal di PT Pelindo II(Persero) atau pemecatan Direksi PT BKI (Persero) karena bermain golf saat jam kerja.

Setidaknya berbagai dinamina dan gejolak yang cukup fenomenal di BUMN terekam selama tahun 2013 ini. Berikut hasil rangkuman detikFinance, Senin (30/12/2013).

Resign Massal di Pelindo II

Serikat Pekerja (SP) PT Pelindo II (Persero) merilis 21 petinggi perseroan mengundurkan diri (resign). Pengunduran diri massal ini muncul pasca Direktur Personalia dan Umum Pelindo II Cipto Pramono
diminta resign oleh Direktur Utama Pelindo II RJ Lino. Ketua SP Pelindo II Kinorto menjelaskan pengunduran diri massal tersebut juga dipicu karena petinggi Pelindo II sudah tidak bisa kerjasama lagi
dengan RJ Lino sebagai dirut.

β€œJika tidak ada yang mau menurut, tidak segan-segan pejabat atau bawahan langsung dicopot dipindah atau dipaksa mengundurkan diri jadi pegawai,” terang Kinorto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/12/2013).

Pemecatan Direksi Karena Main Golf

Dua dari empat direksi PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dipecat oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Kedua direksi tersebut dipecat karena terbukti positif main golf saat jam kerja.

"BKI yang main golf diberhentikan. Yang ada bukti dipecat. Dirut dan 1 direktur. Itu ada 2 orang diganti," kata Dahlan usai rapat pimpinan BUMN di Kantor Pusat Nindya Karya, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Sementara untuk 2 direksi lainnya, hingga saat ini belum terbukti. Namun bila nantinya ditemukan fakta pernah bermain golf saat jam kerja, maka akan dijatuhi sanksi serupa. Dahlan menjelaskan pergantian direksi BKI yang telah dipecat akan dilakukan 1 hari ke depan.

"Nggak ada Plt (pelaksana tugas sementara). Besok diputuskan penggantinya," sebutnya. Seperti diketahui, 4 direksi BKI dituding bermain golf saat jam kerja. Direksi yang dimaksud adalah Direktur Utama BKI Ibnu Wibowo, Direktur Keuangan dan SDM Anang Sundana, Direktur Teknik Iman Satria Utama, dan Direktur Pengembangan Usaha Ibrahim Gouse.

Penunjukan Dirut Usia 28 tahun

Menteri BUMN Dahlan Iskan menunjuk Laily Prihatiningtyas menjadi Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Wanita berusia 28 tahun ini tercatat sebagai karyawan
Kementerian BUMN. Laily bakal jadi Dirut BUMN termuda.

"BUMN akan memiliki dirut baru umurnya 28 tahun dan di wanita. Nanti dia di PT TWC Borobudur, Pramabanan dan Ratu Boko. Itu sebelumnya dari orang Kementerian BUMN," ucap Dahlan usai rapim BUMN di Jakarta, Kamis (21/11/2013).

Laily ditunjuk menggantikan posisi Ricky Siahaan. Dahlan beralasan Laily yang lulusan S2 Belanda ini memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menjadi seorang dirut di BUMN.

"Dia mampu karena pintar sekali dan ini juga sebagai sinyal kepada generasi muda bahwa BUMN nggak segan-segan mengangkat generasi muda. Karena di swasta itu biasa anak usia 28 tahun menjadi dirut," sebut Dahlan.

Bos PLN Tiba-tiba Ingin Mundur

Secara mendadak, Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengajukan pengunduran diri. Niat Nur Pamudji mengundurkan diri telah disampaikan langsung ke Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Hal ini disampaikan Dahlan menjawab pertanyaan wartawan mengenai rumor pengunduran diri Dirut PLN di sela pengiriman perdana buah tropik ke Singapura di Subang Jawa Barat, Jumat (6/12/2013).

"Dia kirim SMS, intinya dia galau. Itu 3 mingguan yang lalu," kata Dahlan.

Dahlan mengatakan, Nur Pamudji gelisah dan cemas, karena para teknisi di PLN kerap terancam. Pada beberapa aktivitas pembangunan pembangkit, teknisi PLN dinilai bersalah oleh aparat penegak hukum. Seperti saat proses pergantian mesin pembangkit yang menurut pendapat teknisi ahli di PLN harus diganti, namun dipersoalkan oleh penegak hukum.

"Dia (Nur Pamudji) merasa profesi kok dikriminalisasi. Kalau begitu siapa mau jadi profesi teknik. Menurut teori misal mesin setelah sekian tahun harus diganti, menurut SOP itu ditenderkan. Namun mesin
belum dibuka masih jalan. Ini ditenderkan kemudian dibuka mesinnya. Begitu dibuka ada yang lain. Yang menentukan itu diganti, itu profesi ahli," jelasnya.

Konflik BUMN Raksasa

Selama 1 tahun ini, setidaknya 2 kasus perselishan terjadi antara perusahaan pelat merah. Kasus pertama yakni konflik antara PT Garuda Indonesia Tbk dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Maskapai Garuda Indonesia sempat menyalahkan pengelola Bandara Soekarno Hatta yakni Angkasa Pura II dengan menyebut kepadatan landasan atau runway bandara tidak mampu menahan armada barunya yakni Boeing 777-300ER saat kondisi 100% beban penuh untuk penumpang dan kargo.

Hal ini membuat Garuda Indonesia membatalkan penerbangan langsung Jakarta-London. Namun tudingan ini dibantah oleh AP II selaku pengelola bandara. AP II mengklaim runway miliknya telah mampu dan secara rutin didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747 dan Boeing 777 milik maskapai asing.

Konflik berikutnya antara PT Pertamina (Persero) dan PT PGN Tbk. Kedua BUMN energi ini, terlibat perselisahan dalam pengaturan jalur pipa gas.

Terjadi tabrakan jalur pada beberapa titik jalur pipa gas antara pipa gas milik PGN dan Pertamina.Β  Sampai-sampai Menteri BUMN Dahlan Iskan turun tangan untuk menyelesaikan pertikaian antara BUMN energi ini.

Pemecatan Semua Bos Merpati

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memberhetikan semua Direksi maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Dalam surat bernomor SK-317/MBU/2013, Dahlan mencopot Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo dan 4 direksi Merpati lainnya.

Plh Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Imam A. Putro menjelaskan pergantian semua jajaran direksi Merpati karena pihak di Kementerian BUMN menilai kinerja maskapai pelat merat itu tidak kunjung membaik sejak penunjukan Rudy menjadi Dirut.

"Sudah 1 tahun nggak ada perubahan," ucap Imam saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (31/7/2013).

Imam menjelaskan pergantian dan pemberhentian ini murni atas rekomendasi Dahlan. "Ini saran dari pak Dahlan," terang Imam.

Pergantian sendiri berlangsung hari ini bertempat di lantai 12 Kementerian BUMN. Rudy yang menjabat sebagai Dirut sejak 11 Mei 2012 digantikan oleh mantan Direktur Operasi Merpati Capt Asep Ekanugraha. Hari itu juga direksi baru Merpati langsung bekerja.
Halaman 2 dari 7
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads