Ini Dia Proyek Besar BUMN di 2013

Ini Dia Proyek Besar BUMN di 2013

- detikFinance
Selasa, 31 Des 2013 11:12 WIB
Ini Dia Proyek Besar BUMN di 2013
Jakarta - Selama 1 tahun ini, beberapa perusahaan pelat merah di bawah naungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melakukan berbagai ekspansi dan gebrakan usaha.

Dahlan mendorong BUMN untuk melakukan berbagai macam inovasi dan ekspansi usaha. Seperti rencana pembangunan tol atas laut Jakarta-Surabaya hingga ekspansi bisnis BUMN ke luar negeri. Berikut ini hasil rangkuman detikFinance mengenai proyek besar BUMN selama tahun 2013.

1. Tol Trans Sumatera

BUMN kontruksi PT Hutama Karya (Persero) telah mempersiapkan pembangunan tol trans Sumatera. Persiapan pengembangan telah mencapai 80% untuk 4 ruas tol. Persiapan tetap dilakukan sambil menunggu keluarnya Perpres penugasan kepada Hutama Karya.

"Jadi mungkin sudah mendengar kita menunggu Perpres. Saya mendengar dari pak Menko kalau sudah diajukan draft-nya. Kalau bisa ditandatangani atau diterbitkan dari sisi badan usaha, dari 4 ruas itu
80%, kita sudah siap," ucap Direktur Pengembangan Hutama Karya Budi Rachmat Kurniawan, Rabu (13/11/2013).

Diakuinya 4 ruas saat ini dalam tahap pembebasan lahan. Ruas yang dikerjakan untuk tahap I ini adalah Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai dan Bakaheuni-Terbanggi Besar.

"Misal kami lihat trigger dari land acquisition bahwa SP2LP Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya sudah ditandatangani Gubernur. Pembebasan tanah sudah bekerja di sana. Bakaheuni itu trasenya sudah
selesai di Binamarga. Riau sudah lebih dulu dan sudah keluar surat untuk pembebasan lahannya," jelasnya.

Diharapkan Perpres penugasan bisa keluar pada bulan November tahun ini. Nantinya Hutama Karya
setelah Perpres terbit, bakal melanjutkan pada proses tender pengembangan 4 ruas.

2. Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya

Perusahaan pelat merah berencana membangun jaringan jalan tol baru Jakarta menuju Surabaya. Tol ini rencananya dibangun dan dibiayai secara keroyokan oleh 19 BUMN. Tahap awal, ide membangun tol yang diketuai PT Jasa Marga Tbk (JSMR) ini akan melakukan uji kelayakan (feasibility study) selama 6 bulan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan pembangunan jalan tol baru ini merupakan momentum untuk
melanjutkan sukses tol di atas laut Bali yang dikerjakan oleh BUMN.

"Ini hasil pembicaraan hari Senin. Momentum tol Bali yang cepat dengan andalkan BUMN. Semangat itu kita tingkatkan untuk starting. Hasil studi baru kita ajukan ke pemerintah," ucap Dahlan saat menyaksikan
MoU feasibility study oleh 19 BUMN di Plaza Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Dahlan meminta studi kelayakan harus selesai dalam kurun waktu 6 bulan ke depan. Sambil melakukan studi kelayakan, perizinan terkait pembangunan jalan tol baru ini harus segera diurus. Namun Dahlan berpesan agar proyek keroyokan BUMN ini laik secara bisnis.

3. Monorel Jabodetabek

Rencana konsorsium BUMN pimpinan PT Adhi Karya Tbk untuk membangun transportasi monorel dengan rute Bekasi-Cawang, Cibubur-Cawang, dan Cawang-Kuningan, masih menunggu restu atau izin dari Presiden SBY. Proyek monorel ini rencananya akan menelan dana investasi hingga Rp 8
triliun.

"Perizinan monorel tadi, maunya saya antara kuartal III atau IV tahun 2013 itu sudah jalan, tetapi Perpres (Peraturan Presiden) sampai sekarang belum ada. Kita tunggu itu, karena keputusan resminya ada di
tangan pemerintah pusat. Kita tidak bisa membangun tanpa Perpres," ungkap Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat Adhi Karya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2013).

Menurut Kiswo, rute baru yang akan dibangun ini menghubungkan Bekasi Timur-Cawang sepanjang 18,1 km, Cibubur-g 13,7 km, dan Cawang-Kuningan 7,17 km. Total panjang ketiga rute tersebut mempunyai panjang 39,03 km.

4. Rel Kereta Cikarang-Tanjung Priok

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT Pelindo II (Persero) berencana membangun jalur kereta api barang dengan rute Cikarang Bekasi ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jalur kereta ini dibangun untuk mengurai kepadatan arus di jalan raya dan tol yang dilalui truk angkutan barang dan kontainer dari atau menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

"Tiga hari lalu ada pembicaraan khusus Dirut Kai dan Pelindo II terkait bagaimana rel KAI dimanfaatkan tangani pelabuhan. Agar jalan raya di Jakarta nggak penuh truk dan peti kemas makanya akan dibangun
rel dari Cikarang telusuri kanal Cikarang masuk lahan KBN masuk Kalibaru (Tanjung Priok)," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Nantinya rel kereta ini dibangun menyusuri kanal Cikarang dan area industri milik PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).

"Nanti angkutan truk bisa lancar nggak padati jalan tol. Itu cepat dikerjakan. Daripada pembangunan tol layang untuk truk yang sekarang masih kajian. Nanti mana yang paling cepat kita lakukan. Rel ini
sedang kajian kanan kiri di kanal apa bisa dipakai," jelasnya.

Selain itu, BUMN ini berencana membangun rel kereta dari Stasiun Tanjung Priok ke Pelabuhan Tanjung Priok sepanjang 100 meter. Rel ini dibutuhkan sebagai akses menuju atau keluar Pelabuhan Tanjung Priok.

5. Peternakan Sapi Raksasa di Australia

Menteri BUMN Dahlan Iskan menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeli dan membuka lahan 1 juta hektar untuk peternakan sapi di Australia. Kandang sapi raksasa tersebut digunakan mengembangkan pembibitan sapi dalam jumlah besar. Kemudian, bibit sapi tersebut dibawa ke Indonesia untuk digemukkan di dalam negeri.

"Memutuskan untuk menugaskan BUMN beli peternakan sapi di Australia seluas 1 juta hektar," kata Dahlan Iskan di RS Polri Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur, Kamis (20/6/2013).

Dahlan beralasan biaya mengembangkan bibit sapi di Australia jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Sementara ongkos penggemukan justru paling murah ada di Indonesia. BUMN yang akan menerima tugas ini yaitu anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

6. Perkebunan Buah Tropik Modern

Tak mau kalah dengan gempuran buah impor di Indonesia, BUMN akan membangun perkebunan buah tropis raksasa. Adalah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII yang akan membangun hingga 12 ribu hektar perkebunan buah modern pertama di Indonesia yang dikelola perusahaan.

Direktur Utama PTPN VIII Dadi Sunardi menjelaskan, untuk tahap awal, pihaknya sedang menanam hingga 3.250 hektar buah tropik di tahun ini. Buah yang ditanam yakni pepaya, mangga, durian, hingga
manggis.

"Rencana 2013 itu total 3.250 hektar. Durian 750 hektar, manggis 750 hektar, pisang 1.250 hektar, pepaya 500 hektar," ucap Dadi saat ditemui di sela acara HUT Merpati di Kantor Pusat Merpati, Kemayoran,
Jakarta, Sabtu (14/9/2013).

Dadi optimistis, PTPN VIII sudah akan meraup laba hasil penjualan buah-buahan yang dikembangkan. "Untuk pisang pepaya itu sudah panen. Dengan harga sekarang perkiraan saat ini labanya Rp 1-2 miliarlah (akhir tahun)," sebutnya.

Hingga tahun 2017, PTPN VIII akan mengembangkan perkebunan buah tropik di lahan seluas 12.000 hektar.

"Dari jumlah itu 3.000 hektar manggis, 3.000 hektar durian, 4.000 hektar pisang, terus manggis dan pepaya 2.000 hektar," jelasnya.

Buah tropik ini akan dijual untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan juga diekspor ke luar negeri. Dalam waktu dekat, PTPN VIII akan melakukan uji coba ekspor pisang ke Singapura. Langkah ini
dilakukan untuk mengetahui respons pasar internasional terhadap produk buah asal Indonesia.

7. BUMN Ekspansi Ke Myanmar dan Timor Leste

BUMN Indonesia didorong untuk melebarkan sayapnya ke pasar internasional. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjelaskan, ada 15 perusahaan pelat merah yang akan melebarkan
sayapnya ke Myanmar. Langkah ini dilakukan, untuk menangkap peluang bisnis yang masih belum tergarap di Myanmar.Β 

"Lima Belas BUMN akan ke Myanmar, cari rezeki," tutur Dahlan usai rapim di kantor pusat PT PLN,
Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2013).

Selain Myanmar, BUMN RI juga diminta melebarkan sayapnya ke Timor Leste. Dahlan meminta BUMN untuk bisa ekspansi ke Timor Leste sehingga BUMN tidak hanya jago kandang.

Menurut Dahlan, BUMN seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sudah lebih dulu masuk ke negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia tersebut.
Halaman 2 dari 8
(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads