Bambang Susantono mengaku optimis pembangunan Pelabuhan Kalibaru akan selesai tepat waktu. Menurut rencana proyek yang menelan dana sebesar US$ 2,5 miliar akan rampung pada tahun 2017. Tetapi khusus untuk terminal I penyelesaian pekerjaan dan operasional sudah bisa dilakukan pada bulan Agustus 2014.
Selama pembangunan berlangsung, ada beberapa fakta mulai dari konflik lahan hingga kegigihan seorang Dirut Pelindo II untuk membangunan Pelabuhan Kalibaru. Berikut ini beberapa fakta yang berhasil dihimpun detikFinance, Selasa (31/12/2013).
Sudah Direncanakan Sejak Tahun 2010
|
|
Tetapi usut demi usut, menurut Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino mengatakan Konsep pembangunan Pelabuhan Kalibaru dicetus bulan Juni 2010 dan konsep pembangunan pelabuhan disampaikan kepada Presiden SBY. Kurang dari 2,5 tahun hingga saat ini pembangunan sudah dilakukan.
Investasi Sepenuhnya Ditanggung Pelindo II
|
|
Dirut Pelindo II RJ Lino menyatakan project ini tidak ada jaminan dari dana pemerintah atau APBN. Ini murni dana korporasi. Proyek besar pembangunan New Tanjung Priok diperkirakan menghabiskan dana investasi US$ 2,47 miliar atau Rp 22,66 triliun.
Konflik Lahan
|
|
Untuk itu mereka sepakat pada satu tujuan untuk meminta ganti untung, bukan rugi. Warga merasa sudah tinggal di tempat itu selama puluhan tahun sehingga layak untuk mendapat kompensasi yang layak.
Warga meminta ganti rugi untuk di depan jalan saja kena biaya gusur yaitu 3 kali lipat biaya NJOP yang besarnya mencapai Rp 1,5 juta tetapi angka itu belum termasuk biaya bangunan. Cara ini adalah jalan tengah dimana warga mengklaim sudah menempati hampir 40-70 tahun.
Pihak Pelindo menegaskan tanah yang mereka duduki adalah tanah Pelindo II. Namun pihak Pelindo II belum menemukan cara ampuh menangani masalah ini.
Direstui Presiden SBY
|
|
Dikatakan SBY, pembangunan New Tanjung Priok adalah bagian prioritas kerja pemerintah dalam membangun proyek infrastruktur khususnya pelabuhan sesuai dengan semangat Mssterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI).
Interkoneksi Antar moda
|
|
Sedangkan dalam waktu dekat, Jasa Marga juga akan membangun jalan tol menyisir pantai yang menghubungkan Kalibaru dengan Cikarang dan Cibitung. Di samping itu Pelabuhan Kalibaru juga nantinya akan dilewati oleh trek kereta api yang membentang jalan raya pelabuhan hingga ke Cikarang. Interkoneksi antar moda ini diprediksi akan mengurangi dwelling time dan mempercepat distribusi arus barang.
Dapat Menampung 7,5 Juta Teus Kontainer/Tahun
|
|
Terminal 1 ini selesai 400 m Desember 2014, kemudian 800 m akhir Juni 2015. Kemudian di terminal 2 dan 3 selesai di bulan Juli tahun 2017 bulan dengan kapasitas keseluruhan mencapai 4,5 juta Teus kontainer/tahun. Penambahan kapasitas kontainer dilakukan dengan memaksimalkan lahan yang belum terpakai di sekitar wilayah Kalibaru Jakarta Utara.
Ada 2.029 Precast Yang Ditancap di Laut
|
|
Sebelum ribuan precast ditancapkan lebih dahulu dilakukan timbunan batu-batuan untuk breakwater/penahan gelombang sebanyak 209 ribu M3. Lalu sebanyak 1,1 juta M3 material yang telah dikeruk di dalam kolam. Kemudian barulah precast yang berjumlah 2.029 buah ini ditancapkan secara berkala.
Halaman 2 dari 8










































