Proses Panjang Pembangunan Pelabuhan New Tanjung Priok

Kaleidoskop 2013

Proses Panjang Pembangunan Pelabuhan New Tanjung Priok

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 31 Des 2013 15:00 WIB
Proses Panjang Pembangunan Pelabuhan New Tanjung Priok
Jakarta - Pagi ini, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono beserta Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) memantau proses pembangunan Pelabuhan Kalibaru atau biasa disebut New Tanjung Priok. Pelabuhan ini digadang-gadang akan menjadi penopang Pelabuhan Tanjung Priok dan mengurangi dampak dwelling time atau waktu tunggu bongkar muat) yang lama.

Bambang Susantono mengaku optimis pembangunan Pelabuhan Kalibaru akan selesai tepat waktu. Menurut rencana proyek yang menelan dana sebesar US$ 2,5 miliar akan rampung pada tahun 2017. Tetapi khusus untuk terminal I penyelesaian pekerjaan dan operasional sudah bisa dilakukan pada bulan Agustus 2014.

Selama pembangunan berlangsung, ada beberapa fakta mulai dari konflik lahan hingga kegigihan seorang Dirut Pelindo II untuk membangunan Pelabuhan Kalibaru. Berikut ini beberapa fakta yang berhasil dihimpun detikFinance, Selasa (31/12/2013).

Sudah Direncanakan Sejak Tahun 2010

Proyek besar pembangunan New Tanjung Priok memang baru berjalan pertengahan tahun 2012. Proyek ini berdiri di Kawasan Kalibaru Jakarta Utara. Proyek pembangunan besar ini diperkirakan menghabiskan dana investasi US$ 2,47 miliar atau Rp 22,66 triliun.

Tetapi usut demi usut, menurut Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino mengatakan Konsep pembangunan Pelabuhan Kalibaru dicetus bulan Juni 2010 dan konsep pembangunan pelabuhan disampaikan kepada Presiden SBY. Kurang dari 2,5 tahun hingga saat ini pembangunan sudah dilakukan.

Investasi Sepenuhnya Ditanggung Pelindo II

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menyatakan pembangunan Terminal Kalibaru atau New Tanjung Priok sama sekali tidak menggunakan dana APBN pemerintah. Pembangunan pelabuhan penopang Priok murni menggunakan dana perseroan.

Dirut Pelindo II RJ Lino menyatakan project ini tidak ada jaminan dari dana pemerintah atau APBN. Ini murni dana korporasi. Proyek besar pembangunan New Tanjung Priok diperkirakan menghabiskan dana investasi US$ 2,47 miliar atau Rp 22,66 triliun.

Konflik Lahan

Warga Kalibaru kecewa dengan sikap Pelindo II yang sama sekali tidak memberikan informasi terkait pembangunan Pelabuhan New Tanjung Priok. Padahal, rencana tersebut akan 'memakan' tempat tinggal warga Kalibaru.

Untuk itu mereka sepakat pada satu tujuan untuk meminta ganti untung, bukan rugi. Warga merasa sudah tinggal di tempat itu selama puluhan tahun sehingga layak untuk mendapat kompensasi yang layak.

Warga meminta ganti rugi untuk di depan jalan saja kena biaya gusur yaitu 3 kali lipat biaya NJOP yang besarnya mencapai Rp 1,5 juta tetapi angka itu belum termasuk biaya bangunan. Cara ini adalah jalan tengah dimana warga mengklaim sudah menempati hampir 40-70 tahun.

Pihak Pelindo menegaskan tanah yang mereka duduki adalah tanah Pelindo II. Namun pihak Pelindo II belum menemukan cara ampuh menangani masalah ini.

Direstui Presiden SBY

Setelah menunggu lama, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merestui dan meresmikan groundbreaking proyek 'New Tanjung Priok' atau Pelabuhan Kalibaru Jakarta Utara. Kegiatan groundbreaking dihadiri oleh para menteri kabinet Indonesia bersatu jilid II. Hal itu terjadi pada tanggal 22 Maret 2013.

Dikatakan SBY, pembangunan New Tanjung Priok adalah bagian prioritas kerja pemerintah dalam membangun proyek infrastruktur khususnya pelabuhan sesuai dengan semangat Mssterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI).

Interkoneksi Antar moda

Pelabuhan Kalibaru nantinya akan terkoneksi dengan jalan tol terutama tol lingkar pelabuhan di sisi utara dan timur. Tol ini akan menghubungkan Kalibaru dengan Tanjung Priok dan Ancol di sisi barat dan Cikampek di sisi timur sepanjang 12 km.

Sedangkan dalam waktu dekat, Jasa Marga juga akan membangun jalan tol menyisir pantai yang menghubungkan Kalibaru dengan Cikarang dan Cibitung. Di samping itu Pelabuhan Kalibaru juga nantinya akan dilewati oleh trek kereta api yang membentang jalan raya pelabuhan hingga ke Cikarang. Interkoneksi antar moda ini diprediksi akan mengurangi dwelling time dan mempercepat distribusi arus barang.

Dapat Menampung 7,5 Juta Teus Kontainer/Tahun

PT Pelindo II (persero) berniat untuk mengembangkan kapasitas daya tampung kontainer di Pelabuhan Kalibaru atau New Tanjung Priok. Padahal rencana awal, pelabuhan yang letaknya berdampingan dengan Pelabuhan Tanjung Priok hanya bisa menampung kontainer sebesar 4,5 juta Teus/tahun.

Terminal 1 ini selesai 400 m Desember 2014, kemudian 800 m akhir Juni 2015. Kemudian di terminal 2 dan 3 selesai di bulan Juli tahun 2017 bulan dengan kapasitas keseluruhan mencapai 4,5 juta Teus kontainer/tahun. Penambahan kapasitas kontainer dilakukan dengan memaksimalkan lahan yang belum terpakai di sekitar wilayah Kalibaru Jakarta Utara.

Ada 2.029 Precast Yang Ditancap di Laut

Pembangunan Pelabuhan Kalibaru dilakukan dengan menancapkan 2.029 precast atay paku bumi beton di tengah laut. Sebagian besar wilayah Pelabuhan Kalibaru nantinya memang ada di tengah laut.

Sebelum ribuan precast ditancapkan lebih dahulu dilakukan timbunan batu-batuan untuk breakwater/penahan gelombang sebanyak 209 ribu M3. Lalu sebanyak 1,1 juta M3 material yang telah dikeruk di dalam kolam. Kemudian barulah precast yang berjumlah 2.029 buah ini ditancapkan secara berkala.
Halaman 2 dari 8
(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads