Impor Minyak Tinggi, Neraca Perdagangan Masih Defisit Rp 67 Triliun

Impor Minyak Tinggi, Neraca Perdagangan Masih Defisit Rp 67 Triliun

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 02 Jan 2014 12:02 WIB
Impor Minyak Tinggi, Neraca Perdagangan Masih Defisit Rp 67 Triliun
Jakarta - Neraca Perdagangan Indonesia masih mencatat defisit hingga US$ 5,6 miliar atau mencapai Rp 67 triliun. Hal ini disebabkan impor yang masih cukup deras sementara ekspor hanya tumbuh tipis.

"Secara total (Januari-November 2013) neraca perdagangan masih tercatat defisit sebesar US$ 5,6 miliar. Ini disebabkan oleh impor minyak yang masih tinggi sehingga defisitnya terhitung cukup besar," kata Kepala BPS, Suryamin di Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Neraca perdagangan pada November memang tercatat surplus US$ 776,8 juta. Hal ini ditopang oleh ekspor US$ 15,93 miliar atau naik 1,45% dari Oktober 2013 dan impor sebesar US$ 15,5 miliar atau turun 3,35% dari Oktober 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2012 itu November itu kita defisit demikian juga dengan Oktober, sementara sekarang itu kita masih surplus. Ini gambaran bagus untuk perekonomian negara," kata Suryamin.

Total ekspor Januari-November adalah US$ 165,57 miliar atau turun 5,19% (yoy). Sementara BPS mencatat ekspor non migas turun 3,02% (yoy) menjadi US$ 136,36 miliar.

Pangsa ekspor terbesar adalah China sebesar US$ 18,93 miliar, Jepang US$ 14,69 miliar dan AS sebesar US$ 13,79 miliar.

"Untuk impor sebesar US$ 15,5 miliar atau turun 3,35% dari Oktober 2013. Ini ditopang oleh impor non migas yang turun 8,12% dari US$ 12,20 miliar menjadi US$ 11,21 miliar. Sedangkan migas masih naik 13,39% menjadi US$ 3,94 miliar," katanya.

Total impor adalah sebesar US$ 171,17 miliar atau turun 2,8% (yoy) dengan non migas sebesar US$ 130,13 miliar atau turun 5,19%. Pangsa impor terbesar adalah Cina US$ 22,23 miliar, Jepang US$ 17,51 miliar dan Thailand US$ 9,95 miliar.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads