Pemerintah Akui Program 'Balsem' Tak Efektif Tekan Kemiskinan

Pemerintah Akui Program 'Balsem' Tak Efektif Tekan Kemiskinan

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 02 Jan 2014 18:10 WIB
Pemerintah Akui Program Balsem Tak Efektif Tekan Kemiskinan
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan orang miskin hingga September 2013 di Indonesia semakin bertambah. Tercatat ada 28,55 juta orang atau 11,47% atau naik dari Maret 2013 yang sebesar 11,37% atau sebanyak 28,07 juta orang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengakui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi pemicu bertambahnya orang miskin. Sedangkan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) atau BALSEM tidak mampu menolong.

"Besarnya BLSM kurang mampu menolong rakyat miskin, mengkompensasi tingginya kenaikan harga bahan pokok yang diakibatkan oleh kenaikan BBM, termasuk inflasi Lebaran dan Puasa," ungkapnya dalam konferensi pers di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (2/1/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, menurutnya hasil survei BPS tidak mencakup penyaluran BLSM tahap kedua. Survei BPS dilakukan pada minggu pertama September 2013. Evaluasi bagi pemerintah, menurut Armida adalah ketepatan dalam penyaluran.

"BLSM tahap kedua juga belum disalurkan. Jadi itu bukan hangus ya. Sudah dibagikan. Kalau data itu akan masuk tentunya bisa mengurangi sedikit orang miskin," ujarnya.

Kemudian untuk kebijakan lainnya, seperti beras miskin (raskin), program keluarga harapan (PKH) dan infrastruktur dasar serta bantuan siswa miskin (BSM) menurut Armida juga belum efektif. Meskipun secara anggaran, pada tahun 2013 dipatok cukup besar.

"Waktu persiapan implementasi program P4S (Program Percepatan dan Perluasan Perlindungan Sosial) sangat singkat, khususnya untuk koordinasi dan sosiasliasi dengan aparat di daerah hingga ke masyarakat," katanya.

(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads