Pada tahun lalu Obama pernah menyodorkan proposal anggaran untuk mengatasi defisit anggaran selama tiga tahun ke depan, dengan memaksa orang kaya membayar pajak lebih tinggi. Proposal itu dinamai Buffett Rule, diambil dari nama Warren Buffett, miliuner AS.
Buffett, pada 2011, mengatakan tak benar kalau orang-orang seperti dirinya membayar pajak federal lebih rendah dari kalangan kelas menengah. Dia kemudian getol menyuarakan peningkatan pajak pendapatan bagi orang-orang kaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan analisa dari Tax Foundation, apabila diberlakukan, pajak orang kaya ala Amerika ini akan menghasilkan duit tambahan sebesar US$ 36,7 miliar per tahun bagi AS.
Buffett Rule memang tak termasuk ke dalam proposal anggaran 2013 pemerintah. Gedung Putih menekankan bahwa Buffett Rule lebih kepada panduan ketimbang inisiatif legislatif. Tapi, kebijakan itu mendapatan penentangan hebat dari kubu Republik.
Meski begitu, Amerika bukanlah Prancis. Meski ada proposal pajak 30 persen untuk orang kaya, negeri Paman Sam ini tercatat dalam sejarah sebagai negara yang tak terlalu tinggi menerapkan pajak bagi warganya.
Pada studi yang digelar beberapa tahun lalu, didapati bahwa total jumlah pajak di Amerika hanya 24 persen dari Gross domestic product (GDP). AS hanya berada di ranking 32 negeri industri yang menerapkan pajak tinggi. Jumlah pajak di AS hanya setengah dari pajak yang dikutip di Denmark, yang pajaknya mencapai 48 persen dari GDP.
Lagi pula Obama mengatakan bahwa proposalnya tidak dimaksudkan untuk mendistribusikan kekayaan. Dia bilang, itu adalah cara untuk meraih uang untuk menangani masalah investasi yang krusial dalam perekonomian Amerika Serikat. βIni penting untuk menangani defisit,β katanya.
(DES/DES)











































