Indonesia Masih Impor Sembako Ini di 2013

Indonesia Masih Impor Sembako Ini di 2013

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 06 Jan 2014 11:25 WIB
Indonesia Masih Impor Sembako Ini di 2013
Jakarta - Sampai saat ini, Indonesia masih konsisten mengandalkan bahan pangan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bukan permasalahan boleh atau tidaknya mengimpor pangan, akan tetapi apakah ini layak dilakukan.

Sebut saja mulai dari gula, garam, kedelai hingga beras masih saja diimpor. Bukan tidak mungkin sebenarnya pangan tersebut bisa diproduksi lebih banyak lagi di dalam negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Senin (6/1/2013), berikut adalah daftar pangan yang masih diimpor RI.

7. Bawang Merah dan Putih

Bawang merah impor selama November tercatat sebesar 3.259 ton atau US$ 2,5 juta. Kumulasi Januari-November impor mencapai 81.305 ton atau US$ 38,9 juta.

Impor ini berasal dari India 2982 ton atau US$ 2,4 juta, Vietnam 137 ton atau US$ 83 ribu, China 140 ton atau US$ 67 ribu

Kemudian bawang putih diimpor sebesar 19.121 ton atau US$ 16.2 juta selama November. Asal impor keseluruhan adalah dari China. Akumulasi dalam 11 bulan impor mencapai 404 ribu ton atau US$ 333,3 juta.

6. Garam

Garam adalah satu komoditas yang masih mengandalkan impor. Tercatat bulan November, impor sebesar 217 ribu ton atau US$ 10,2 juta. Akumulasi 11 bulan, impor mencapai 1,8 juta ton atau US$ 85,6 juta.

Negara asalnya adalah Australia dengan 170 ribu ton atau US$ 8,2 juta, India 47 ribu ton atau US$ 1,9 juta, Selandia Baru 120 ton atau US$ 50 ribu, Jerman 18 ton atau US$ 14 ribu dan Denmark 44 ton atau US$ 18 ribu serta negara lainnya 29 ton atau US$ 7.235.

5. Gula

Ada dua jenis gula yang masih rutin diimpor hingga sekarang.

Pertama adalah gula pasir. Pada bulan November impornya mencapai 4.914 ton atau US$ 3,01 juta. Total Januari-November adalah 75.793 ton atau US$ 44,3 juta.

Asalnya adalah Thailand dengan 1.600 ton atau US$ 884 ribu, Malaysia 850 ton atau US$ 476 ribu, Australia 280 ton atau US$ 186 ribu, Korea Selatan 1.344 ton atau US$ 906 ribu, dan Selandia Baru 840 ton atau US$ 560 ribu.

Kedua adalah gula tebu. Selama November impornya mencapai 248 ribu ton atau US$ 127,4 juta. Akumulasi impor 2013 adalah 3 juta ton atau US$ 1,5 miliar.

Negara asal impor pada November adalah Brazil 147 ribu ton atau US$ 73,3 juta, Australia 82 ribu ton atau US$ 42,5 juta, Afrika Selatan 18 ribu ton atau US$ 11,8 juta.

4. Biji Gandum dan Meslin

Impor komoditas ini pada November adalah sebesar 575 ribu ton atau US$ 191,1 juta. Sementara akumulasi 11 bulan tahun 2013 mencapai 6,2 juta ton atau US$ 2,2 miliar.

Impor terbesar terjadi dari Australia dengan 253 ribu ton atau US$ 87,9 juta. Kemudian Kanada 110 ribu ton atau US$ 39,7 juta, Amerika Serikat 66 ribu ton atau US$ 22,1 juta, India 1264 ton atau US$ 328 ribu, Ukraina 116 ribu ton atau US$ 32,5 juta dan negara lainnya 27 ribu ton atau US$ 8,4 juta.

3. Kedelai

Impor kedelai pada November sebesar 231 ribu ton atau US$ 142,5 juta. Komulatif dari awal tahun 2013, impor mencapai 1,6 juta ton atau US$ 1 miliar.

Asal kedelai impor terbesar di November adalah AS dengan 223 ribu ton atau US$ 137,6 juta, Argentina 4775 ton atau US$ 2,7 juta, Malaysia 676 ton atau US$ 426 ribu, Paraguay 481 ton atau US$ 292 ribu, Uruguay 1.552 ton atau US$ 935 ribu dan negara lainnya 524 ton atau US$ 396 ribu.

2. Jagung

Bahan pangan lainnya yang juga masih diimpor adalah Jagung. Padahal diketahui ini merupakan alternatif bagi masyarakat Indonesia setelah beras.

Impor jagung pada November mencapai 460 ribu ton atau US$ 122,5 juta. Sementara jika diihitung dari awal tahun 2013, jagung impor sudah masuk sebanyak 2,8 juta ton atau US$ 822 ribu.

Asal impor terbesar adalah Brasil dengan 456 ribu ton atau US$ 121,2 juta, Argentina 3.322 ton atau US$ 904 ribu, Thailand 49 ton atau US$ 108 ribu dan negara lainnya 250 ton atau US$ 280 ribu.

1. Beras

Mengulang swasembada beras yang pernah terjadi di tahun 1980-an lalu sepertinya mustahil. Apalagi melihat setiap bulannya BPS melaporkan impor beras selalu terjadi dalam jumlah besar.

November lalu, impor beras adalah sebesar 33 ribu ton atau US$ 17,8 juta. Total dari Januari 2013, impor beras sudah mencapai 432 ribu ton atau US$ 226,4 juta.

Beras impor ini berasal dari Vietnam dengan volume 18 ribu ton atau US$ 11,1 juta, Thailand 2500 ton atau US$ 1,5 juta, India 9239 ton atau US$ 3,7 juta, Pakistan 2285 ton atau US$ 858 ribu, Myanmar 500 ton atau US$ 160 ribu dan negara lainnya total 301 ton atau US$ 295 ribu.
Halaman 2 dari 8
(mkl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads