Presiden Harap Utang CGI Terus Turun
Sabtu, 27 Nov 2004 15:30 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap nilai utang RI kepada CGI (Consultative Group on Indonesia) terus turun. Presiden juga berharap, pinjaman yang dibayarkan dalam harus lebih kecil dari yang diterima Indonesia dalam Sidang CGI pada Januari 2005.Demikian diungkapkan oleh Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai bertemu Presiden di Istana Negara Jakarta, Sabtu,(27/11/2004). Presiden dijadwalkan akan membuka Sidang CGI di Istana Negara pada 19 Januari 2005.Menurut Aburizal, dalam pertemuannya tadi ada tiga pesan yang disampaikan Presiden dalam rangka penyelenggaraan Sidang CGI tersebut. Pertama, Presiden berharap nilai utang RI kepada CGI terus turun. "Artinya berapa yang kita bayar harus lebih kecil dari yang kita pinjam," tutur Aburizal seperti disampikan Presiden.Kedua, Presiden juga meminta agar tim RI nanti menyampaikan proposalnya tentang arah pembangunan yang diprogramkan sehingga bukan lagi berdasarkan arahan dari CGI. "Kita yang menentukan mau kemana dan diharapkan CGI mendukungnya," katanya.Ketiga, dalam proposal yang akan diajukan tersebut tim Indonesia diminta tetap harus memuat program-program pengentasan kemiskinan. Menurut Aburizal, sejauh ini pihaknya belum tahu persis berapa jumlah pinjaman yang akan diminta kepada CGI. Namun selama ini lanjut dia, nilai bantuan yang didapat berkisar US$ 3,4 miliar."Apakah nanti nilainya lebih atau kurang dari itu saya belum tahu persis, karena masih kita hitung tapi mungkin tidak jauh dari angka itu," ujar Aburizal. Menurutnya, penyusunan program-program tersebut akan dilakukan oleh Menko Perekonomian bersama dengan menteri-menteri terkait. Seperti diketahui, pertemuan CGI terakhir pada Desember 2003 lalu, CGI memberikan total pinjaman sebesar US$ 3,4 miliar. Pinjaman itu adalah sebesar US$ 2,8 miliar terdiri dari pinjaman program sebesar US$ 1 miliar dan pinjaman proyek serta hibah sebesar US$ 1,8 miliar. Selain itu Indonesia juga memperoleh pinjaman di luar CGI sebesar US$ 600 juta, sehingga total pinjamannya mencapai US$ 3,4 miliar.Tercatat negara Jepang, Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB/Asian Development Bank) merupakan peserta CGI yang memberikan kontribusi besar , selain itu juga pinjaman yang sangat signifikan berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Jerman. Sedangkan Australia, Inggris, Perancis, UNDP, EIB dan IDB, merupakan peserta yang memberikan kontribusi signifikan. Sedangkan Australia, Belanda, Kanada dan UNDP tidak selalu tercatat sebagai peserta dengan kontribusi signifikan, pinjaman negara tersebut sebetulnya sangat penting karena seluruhnya diberikan dalam bentuk hibah.
(ir/)











































