"Di tahun 2014 untuk Aksi Bukittinggi di luar pupuk dan benih anggarannya adalah Rp 66,9 triliun," ungkap Menteri Pertanian Suswono saat membuka Rapat Kerja Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2014 di Gedung Pusat Kementerian Pertanian Ragunan, Jakarta, Selasa (7/1/2014).
Suswono berharap proyek besar ini nantinya bukan hanya dibiayai oleh dana pemerintah (APBN) saja, tetapi juga akan melibatkan sektor swasta, BUMN dan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun beberapa target produksi yang dicanangkan di dalam program ini antara lain: jagung tumbuh 12,48% dari 18,51 juta ton menjadi 20,82 juta ton, padi tumbuh 8,04% dari 70,877 juta ton menjadi 76,57 juta ton, kedelai tumbuh 85% dari 0,81 juta ton menjadi 1,5 juta ton, gula pasir tumbuh 22,05% dari 2,54 juta ton menjadi 3,10 juta ton, dan dagin sapi tumbuh 23,26% dari 0,43 juta ton menjadi 0,53 juta ton.
Rencana Aksi Bukittinggi juga akan mencantumkan peningkatan produktivitas untuk bawang merah dan cabai.
"Rencana ini sangat strategis yang akan diimplementasikan dengan mengoptimalkan dana yang ada untuk mencapai ketahanan pangan 2014. Dipacu produktivitasnya agar tidak terjadi gejolak harga dan ketergantungan impor," cetus Suswono.
(wij/dnl)











































