Ini Komoditas Pertanian yang Produksinya Turun dan Naik di 2013

Ini Komoditas Pertanian yang Produksinya Turun dan Naik di 2013

Agus Setiawan - detikFinance
Selasa, 07 Jan 2014 11:57 WIB
Ini Komoditas Pertanian yang Produksinya Turun dan Naik di 2013
Jakarta - Tahun lalu sektor pertanian Indonesia mencatatkan beberapa kegagalan capaian produksi, namun ada juga yang dianggap sukses karena memenuhi target produksi. Beberapa komoditas yang gagal capai antaralain produksi kedelai, sedangkan beras terbilang sukses.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengakui tahun lalu ada tantangan pembangunan pertanian 2013 disampaikan kepala dinas pertanian se-Indonesia, pegawai dan pejabat kementerian pertanian acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2014, Gedung F Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (7/1/2014)

Suswono menyampaikan hambatan pertanian tahun lalu antaralain sulitnya perluasan areal baru lahan pertanian, belum baiknya infrastruktur jaringan irigasi, belum baiknya pembiayaan sektor pertanian, konversi lahan pertanian yang terus terjadi, iklim kemarau basah, dan gejolak harga pangan global yang memperlemah upaya peningkatan pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun banyak tantangan tapi pembangunan pertanian Indonesia masih memperlihatkan keberhasilann," kata Suswono.

Komoditas yang Naik

Ia menyampaikan produksi padi tahun 2013 mencapai 70,87 juta ton (gabah) meningkat 2,6% dari produksi 2012 yang hanya 69,06 juta ton. Selain itu daging sapi 0,43 juta ton atau lebih tinggi 2% dari produksi 2012 yang hanya 0,42 juta ton

Komoditas pangan lainnya yang mengalami peningkatan pada komoditas ubi kayu, kacang tanah, bawang merah, cabai, kentang, jeruk, mangga, susu, kelapa sawit, karet, kakao, kopi, dan lada.

"Dengan peningkatan 0,13% sampai 27,21%," kata Suswono

Komoditas yang Turun

Selain ada komoditas pertanian yang mencapai target, Suswono juga mengakui terjadi penurunan prduksi beberapa komoditas pertanian. Antaralain kedelai turun 3,5% dari produksi 0,84 juta ton pada 2012 menjadi 0,81 juta ton di 2013.

Lalu produksi jagung turun dari posisi 18,51 juta ton di 2012. Produksi palawija juga mengalami penurunan antaralai ubi jalar, kacang ijo dengan penurunan produksi 4,71% dan 26,06%

"Kondisi penurunan produksi palawija secara umum disebabkan karena kemarau basah, padahal komoditas umumnya ditanam pada musim kemarau," katanya

Untuk itu, kementerian pertanian mengupayakan beberapa langkah untuk mengantisipasi perubahan iklim antaralin sosiasilisasi kelendar tanam. "Namun petani belum mengadopsi sepenuhnya, karena 2013 hujan terjadi hampir sepanjang tahun," katanya.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads