Harga Daging Masih Tinggi, Mentan Suswono Serahkan Masalah ke Kemendag

Harga Daging Masih Tinggi, Mentan Suswono Serahkan Masalah ke Kemendag

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 07 Jan 2014 12:52 WIB
Harga Daging Masih Tinggi, Mentan Suswono Serahkan Masalah ke Kemendag
Jakarta - Sepanjang tahun 2013, harga daging sapi khususnya di kota besar seperti Jakarta cenderung stagnan tingga rata-rata Rp 95.000/kg. Kondisi ini tak mengalami perubahan meski ada kebijakan pembebasan impor sapi alias bebas kuota oleh kementerian perdagangan (Kemendag).

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menjelaskan pihak yang paling bertanggung jawab atas tingginya harga daging sapi saat ini adalah Kemendag. Hal ini karena Kemendag telah mengeluarkan regulasi teknis pembebasan impor sapi hidup dan daging sapi di pertengahan tahun 2013.

"Kalau dilihat rata-ratanya Rp 93.000/kg ini dia pertanyaan lebih pas ke Kementerian Perdagangan, karena dari Kementerian Pertanian sekarang dulu kan asumsinya ada di pengendalian importasi dan kuota dan Kementan dicurigai. Sekarang ini Kementan hanya memberikan rekomendasi kesehatan hewannya saja. Artinya sepenuhnya urusan volume ada di Kemendag," ungkap Suswono saat ditemui di Gedung Pusat Kementerian Pertanian Kawasan Ragunan Jakarta, Selasa (7/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total izin pemasukan impor yang dikeluarkan Kemendag sepanjang tahun 2013 mencapai 409.137 ekor sapi. Sebagai perbandingan, pada tahun 2012 sempat ada pemangkasan kuota impor sapi bakalan dari 400.000 ekor menjadi 283.000 ekor.

Di tahun 2013, Kemendag juga mengeluarkan izin tambahan impor sapi siap potong dengan realisasi sebanyak 24.525 ekor. Lalu izin tambahan impor sapi di bulan Oktober hingga Desember 2013 sebanyak 24.466 ekor sapi bakalan dan 97.892 sapi siap potong.

"Sekarang sudah dibuka lepas dan nggak ada hambatan apapun. Kalau sekarang faktanya nggak turun, ada apa ini," kata Suswono

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads