Ini Saran JK Agar RI Bebas dari Jerat Impor Pangan dan Energi

Ini Saran JK Agar RI Bebas dari Jerat Impor Pangan dan Energi

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 07 Jan 2014 14:00 WIB
Ini Saran JK Agar RI Bebas dari Jerat Impor Pangan dan Energi
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan pemimpin Indonesia harus bisa mendorong kemandirian pangan dan energi. Caranya mudah, yaitu perlu kepemimpinan ala 'Tukang Jahit'. Maksudnya?

"Saat ini kita masih tergantung impor beras dan makanan. Kita sering heran, negeri subur dan luas tapi masih impor jagung dan beras," kata JK.

JK menyampaikan hal tersebut saat memberikan ceramah di hadapan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam Pertemuan Regional Forum Forum Rektor Indonesia Se-Sumatera Bagian Selatan dengan tema "2014: Indonesia di Persimpangan Jalan, "Kepemimpinan Indonesia Baru Menyongsong Masa Depan" di Graha Sriwijaya Unsri Bukit Besar, Palembang, Selasa (7/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya tidak susah untuk mencapai swasembada bahan makan, faktanya pada tahun 2008 Indonesia bisa bebas dari impor beras. "Kuncinya adalah perbaikan bibit, pupuk dan manajemen pertanian," katanya

Mengenai kemandirian energi, menurut JK, Indonesia saat ini sangat mungkin mencapainya.

"Sangat mungkin bagi Indonesia. 90% energi dunia bersumber pada minyak, gas dan batubara. Kita punya ketiganya, yang harus dikelola dengan baik. Belum lagi jika kita masukkan geothermal, dimana Indonesia memiliki sekitar 30% cadangan dunia," ujar JK.

JK mengatakan Indonesia dikaruniai berbagai kemudahan, yang dibutuhkan hanyalah peran seorang pemimpin yang mampu mengelola sumber daya alam sehingga bisa memakmurkan rakyat. JK mengibaratkannya seperti tukang jahit yang merangkai-rangkai kain sehingga menjadi baju yang menghangatkan.

"Hanya diperlukan 'tukang jahit' yang mampu menjahit bahan itu menjadi baju yang indah dan membuat rakyat hangat." ujarnya,

Ia mencontohkan China tidak bisa seperti sekarang ini tanpa sosok Deng Xiaoping, lalu Singapura pun tak akan seperti sekarang ini tanpa ada Lee Kuan Yew. "Juga Malaysia tak semakmur sekarang tanpa Mahathir," katanya.

JK mengatakan negara maju seperti China yang 30 tahun lalu tidak dilirik, kini berhasil mensejahterakan rakyatnya dengan ekonomi yang baik berkat kemandirian yang didukung oleh pemimpin yang bekerja keras.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads