Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nuz Nuzulia Ishak saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (8/1/2014), mengatakan ada beberapa program untuk meningkatkan ekspor tahun ini:
Pengembangan sumber daya manusia ekspor
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan informasi ekspor
Kemendag membuat beberapa market riset di beberapa negara mitra dagang yang dituju.
Pengembangan produk ekspor
Pihak kemendag menyiapkan desainer untuk membantu desain produk UKM dan adaptasi produk.
Promosi Ekspor
Tahun ini ada 179 promosi secara intensif di luar negeri. Dari kegiatan promosi, sebanyak 54% kegiatan di laksanakan di non tradisional antaralain Chili, Aljazair, Uni Emirat Arab, Tunisia, Jordania, Rusia, Hongaria.
"Selain itu 46% lainnya di wilayah tradisional," katanya.
Penguatan kelembagaan ekspor
Kemendag akan memantau kinerja atase perdagangan di negara tujuan.
Pemberian penghargaan kepada eksportir dan importir
Penghargaan ini akan diberikan pada importir yang telah mengimpor barang 3 tahun berturut-turut dari Indonesia.
Membuat rumusan kebijakan
Ditjen pengembangan ekspor nasional fokus pada peningkatan ekspor non migas. Harapan ada kebijakan baru yang bisa rampung bulan ini.
Januari sampai November 2013 total ekspor Indonesia mencapai US$ 165 miliar, sampai akhir tahun US$ 187 miliar atau turun 5% dari tahun 2012. Target tahun ini naik 5% dari tahun lalu atau setara dengan kinerja ekspor 2012 sebesar US$ 190 miliar.
Total ekspor Indonesia selama tahun 2012 (Januari-Desember) mencapai US$ 190,04 miliar, turun 6,61% dibanding periode sama tahun 2011 yang mencapai US$ 203,5 miliar.
(hen/dru)











































