Ini Jurus Pemerintah Genjot Ekspor Tahun Ini

Ini Jurus Pemerintah Genjot Ekspor Tahun Ini

Agus Setiawan - detikFinance
Rabu, 08 Jan 2014 14:40 WIB
Ini Jurus Pemerintah Genjot Ekspor Tahun Ini
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggenjot ekspor tahun ini dengan berbagai program. Program itu antaralain melakukan berbagai promosi ekspor hingga riset pasar.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Nuz Nuzulia Ishak saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (8/1/2014), mengatakan ada beberapa program untuk meningkatkan ekspor tahun ini:

Pengembangan sumber daya manusia ekspor

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini sudah ada balai ekspor di pusat maupun di daerah, tahun lalu ada 119 angkatannya, dengan 3.460 peserta.

Pengembangan informasi ekspor

Kemendag membuat beberapa market riset di beberapa negara mitra dagang yang dituju.

Pengembangan produk ekspor

Pihak kemendag menyiapkan desainer untuk membantu desain produk UKM dan adaptasi produk.

Promosi Ekspor

Tahun ini ada 179 promosi secara intensif di luar negeri. Dari kegiatan promosi, sebanyak 54% kegiatan di laksanakan di non tradisional antaralain Chili, Aljazair, Uni Emirat Arab, Tunisia, Jordania, Rusia, Hongaria.

"Selain itu 46% lainnya di wilayah tradisional," katanya.

Penguatan kelembagaan ekspor

Kemendag akan memantau kinerja atase perdagangan di negara tujuan.

Pemberian penghargaan kepada eksportir dan importir

Penghargaan ini akan diberikan pada importir yang telah mengimpor barang 3 tahun berturut-turut dari Indonesia.

Membuat rumusan kebijakan

Ditjen pengembangan ekspor nasional fokus pada peningkatan ekspor non migas. Harapan ada kebijakan baru yang bisa rampung bulan ini.

Januari sampai November 2013 total ekspor Indonesia mencapai US$ 165 miliar, sampai akhir tahun US$ 187 miliar atau turun 5% dari tahun 2012. Target tahun ini naik 5% dari tahun lalu atau setara dengan kinerja ekspor 2012 sebesar US$ 190 miliar.

Total ekspor Indonesia selama tahun 2012 (Januari-Desember) mencapai US$ 190,04 miliar, turun 6,61% dibanding periode sama tahun 2011 yang mencapai US$ 203,5 miliar.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads