Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengatakan ke depan Bandara Halim nasibnya akan dikaji kembali. Apakah akan beroperasi komersil secara permanen atau tidak, waktu kajian berlangsung selama satu tahun.
"Nanti akan kita bahas bagaimana statusnya Bandara Halim setelah satu tahun ke depan," kata Mangindaan saat sidak di Bandara Halim, Jakarta, Rabu (8/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena targetnya Soekarno-Hatta diperluas. Jadi kapasitasnya bertambah. Nah kalau Bandara Halim kan mau tidak mau jangka pendek harus dilakukan ini karena untuk mengurangi kepadatan Soekarno-Hatta," jelasnya.
Selain itu Kementerian Perhubungan juga akan berkomunikasi dengan TNI Angkatan Udara (AU) selaku pemilik bandara terkait kelanjutan operasional Bandara Halim sebagai bandara komersil.
"Sementara dulu kita begini. Kalau nantinya kita akan bicara dengaann TNI AU. Apakah permanen atau tidak itu nanti kita bahas setelah 1 tahun. Karena ini kan milik AU," ujarnya.
Sebagai informasi, kapasitas bandara Halim mampu menampung 126 penerbangan per hari. Jika waktu pengoperasian selama 24 jam, kapasitas runway secara keseluruhan 12 pergerakan per jam.
Sekarang baru ada tiga maskapai yang menyatakan kesiapan untuk beralih ke Bandara Halim, yaitu Citilink, Garuda Indonesia dan AirAsia Indonesia
(mkj/hen)











































