Pemerintah tengah melakukan pra studi kelaikan untuk membangun kereta super cepat Jakarta-Surabaya bersama pihak Jepang. Kajian atau studi dilakukan secara mendalam dan detail karena proyek ini adalah proyek yang sangat besar, baik dari segi investasi maupun dari konstruksi.
"Kita sedang melakukan studi mengambil trase yang mana. Setelah itu baru kita pakai skema public private partnership (PPP) berapa porsi pemerintah dan berapa porsi swasta," kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono saat ditemui di Surabaya, dikutip Kamis (9/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trasenya sedang kita pilih dan kaji. Karena investasinya besar, sekitar Rp 100 triliun," katanya.
Lalu kapan Indonesia bisa mulai membangun kereta cepat tersebut?
"Dalam 5 tahun ke depan kita pasti bangun. Penyelesaiannya 4-5 tahun setelah itu baru beroperasi. Kita bertahap, nggak langsung Jakarta-Surabaya. Itu bertahap. Kalau kita lihat pola (pembangunan) di seluruh dunia seperti itu.
(zlf/ang)











































