Konsep Bandara Heathrow London Bakal Diterapkan di Soetta

Konsep Bandara Heathrow London Bakal Diterapkan di Soetta

Muhammad Taufiqqurrahman - detikFinance
Kamis, 09 Jan 2014 14:30 WIB
Konsep Bandara Heathrow London Bakal Diterapkan di Soetta
Jakarta - Lalu lintas penerbangan di bandara Soekarno-Hatta masih masih akrab dengan keterlambatan pesawat dan jadwal antrean take off dan landing yang panjang. Bandara Soekarno-Hatta akan menjadikan Bandara Heathrow, London sebagai bahan rujukan untuk perbaikan pelayanan penerbangan tanah air.

"Yang sangat menjadi perhatian kami adalah masalah keluhan masyarakat mengalami kelambatan yang terjadi di Soekarno-Hatta," ujar Wakil Presiden Boediono dalam jumpa persnya terkait β€˜Evaluasi Infrastruktur Perhubungan Udara’ di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2014).

Salah satu upaya perbaikan tersebut dengan mengalihkan sebagian penerbangan ke Bandara Halim Perdanakusuma. Bandara Heathrow di London akan dijadikan rujukan oleh Bandara Soekarno-Hatta soal pengaturan lalu lintas penerbangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah diputuskan tadi, kita mengacu pada standar atau benchmark di beberapa airport tapi yang kita ambil terutama dari London, bandara heathrow," ucapnya.

Boediono menyebutkan, setiap harinya bandara Soekarno-Hatta melayani 64 pergerakan pesawat setap jamnya. Nantinya pelayanan itu akan ditingkatkan menjadi 72 pergerakan pesawat setiap jamnya pada Juni 2014.

"Dan akan tingkatkan lagi menjadi 86 pergerakan pesawat pada juni 2015," terangnya.

Untuk menuju ke tahap tersebut, perbaikan tidak hanya dilakukan pada level menajemen tetapi juga pada soal infrastruktur bandara. "Kita targetkan bulan Juni 2015 kita mendekati standar di London," kata Boediono.
Β 
Perlu diketahui, setiap harinya bandara Heathrow di London dapat melayani 100 penerbangan setiap jamnya dan jika paling sedikit melayani sekitar 86 penerbangan per jamnya jika terjadi masalah cuaca.

Pada kesempatan itu, Boediono menyebutkan pada awal 2014 terdapat 14 bandara kecil yang siap beroperasi di pulau-pulau terluar dan terpencil.

"Ini adalah suatu kemajuan yang perlu disampaikan, dengan demikan hubungan udara dengan berbagai lokasi yang sampai sekarang agak sulit dijangkau semakin menjadi baik," jelasnya.

(tfq/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads