Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU Hediyanto W Husaini beralasan, dibangun pabrik aspal buton (asbuton) oleh PT Wijaya Karya (Wika) Pulau Buton, Sulawesi Tenggara akan sangat membantu mengurangi, bahkan Indonesia bisa bebas impor aspal. Pabrik tersebut ditargetkan selesai 2-3 tahun lagi.
"Iya bisa bebas impor, kita usahakanlah. Syukur-syukur Wika nggak sendiri, ada yang bangun lagi. Saya lihat potensi cukup besar, karena jutaan hingga miliaran metrik ton deposit aspal di Buton, itu masih bisa kita pakai 30-40 tahun lagi," katanya di kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (9/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya cadangan aspal buton saat ini masih tersisa 670 juta metrik ton
Sebelumnya Wika mengakuisisi PT Sarana Karya (Persero) senilai Rp 50 miliar. Wika akan merambah bisnis aspal Buton setelah mengakuisisi Sarana Karya. Perusahaan pelat merah itu telah mempersiapkan rencana pembangunan pabrik di lahan seluas 30 hektar di Lawele, Pulau Buton.
Pabrik untuk ekstrasi bitumen itu punya kapasitas 50 ribu ton per tahun. Pembangunan pabrik aspal alam itu rencananya dilakukan dalam jangka waktu 1 tahun dan mulai produksi di 2015.
(hen/dru)










































