Indonesia Tak Impor Aspal 3 Tahun Lagi

Indonesia Tak Impor Aspal 3 Tahun Lagi

Agus Setiawan - detikFinance
Kamis, 09 Jan 2014 18:13 WIB
Indonesia Tak Impor Aspal 3 Tahun Lagi
Jakarta - Pemerintah menargetkan bebas impor produk aspal dalam waktu 3 tahun ke depan. Selama ini Indonesia harus mengimpor 50% kebutuhan aspal dari berbagai negara, untuk keperluan pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU Hediyanto W Husaini beralasan, dibangun pabrik aspal buton (asbuton) oleh PT Wijaya Karya (Wika) Pulau Buton, Sulawesi Tenggara akan sangat membantu mengurangi, bahkan Indonesia bisa bebas impor aspal. Pabrik tersebut ditargetkan selesai 2-3 tahun lagi.

"Iya bisa bebas impor, kita usahakanlah. Syukur-syukur Wika nggak sendiri, ada yang bangun lagi. Saya lihat potensi cukup besar, karena jutaan hingga miliaran metrik ton deposit aspal di Buton, itu masih bisa kita pakai 30-40 tahun lagi," katanya di kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Kamis (9/1/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan total kebutuhan aspel di dalam negeri pada tahun lalu mencapai 1,3 juta metrik ton. Dari kebutuhan itu, PT Pertamina memasok 650.000 metrik ton aspal, lalu PT Sarana Karya memasok asbuton ada 40.000 metrik ton, angka ini masih di bawah target produksi asbuton 59.000 ton, dan lainnya. Sisanya berasal dari impor sebanyak 410.000 metrik ton.

Menurutnya cadangan aspal buton saat ini masih tersisa 670 juta metrik ton

Sebelumnya Wika mengakuisisi PT Sarana Karya (Persero) senilai Rp 50 miliar. Wika akan merambah bisnis aspal Buton setelah mengakuisisi Sarana Karya. Perusahaan pelat merah itu telah mempersiapkan rencana pembangunan pabrik di lahan seluas 30 hektar di Lawele, Pulau Buton.

Pabrik untuk ekstrasi bitumen itu punya kapasitas 50 ribu ton per tahun. Pembangunan pabrik aspal alam itu rencananya dilakukan dalam jangka waktu 1 tahun dan mulai produksi di 2015.

(hen/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads