Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, meskipun ekonomi Indonesia dihadang gejolak dari luar, namun tahun lalu masih bisa tumbuh 5,7%. Capaian pertumbuhan tersebut masih menjadi terbaik kedua di dunia.
"Pertumbuhan ekonomi di tengah stabilisasi yang dilakukan masih tinggi. Di 2013 kita masih 5,7%, nomor 2 terbaik di dunia," ungkap Perry dalam jumpa pers di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (9/1/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebab pergerakan pertumbuhan masih oleh konsumsi rumah tangga," sebutnya.
BI di tahun ini menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, yaitu di kisaran 5,8%-6,2%. Ini sejalan dengan perbaikan ekonomi global di tengah berlanjutnya proses konsolidasi ekonomi domestik mengarah ke kondisi yang lebih seimbang.
Dampak Harga Elpiji 12 Kg Naik-Turun
Pada kesempatan itu, Perry juga menyatakan soal dampak naik turunnya harga elpiji 12 kg di awal tahun ini. Menurutnya, kenaikan harga elpiji 12 kg yang awalnya mencapai 60% sudah memberikan andil kepada inflasi Januari.
"Kenaikan 67% sudah terjadi pada minggu pertama. Itu sudah menyumbang inflasi," ungkap Perry.
Kemudian, harga elpiji 12 kg diturunkan, sehingga hanya naik 17% dari harga tahun lalu. Sehingga jika dihitung secara keseluruhan, andil inflasi untuk bulan Januari adalah 0,1%.
"Minggu selanjutnya kenaikan akhirnya menjadi 17%. Jadi tambahan dampak ke inflasi 0,1%," sebutnya.
Seperti diketahui per 1 Januari 2014, PT Pertamina (persero) menaikan harga jual gas elpiji ukuran 12 kg sebesar Rp 3.959/kg. Ini kemudian berlangsung selama 7 hari.
Namun setelah melalui proses yang panjang dan alot, akhirnya Pertamina berubah sikap hanya menaikan harga jual elpiji 12 kg hanya Rp 1.000/kg.
(mkj/dnl)











































