BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor 2 Terbaik di Dunia

BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor 2 Terbaik di Dunia

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 09 Jan 2014 19:23 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor 2 Terbaik di Dunia
Jakarta - Stabilisasi perekonomian menjadi arah Bank Indonesia (BI) pada tahun 2013 lalu. Ini dilakukan karena gejolak ekonomi global yang masih terus terjadi. Termasuk pengurangan stimulus oleh Bank Sentral AS yaitu The Fed.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, meskipun ekonomi Indonesia dihadang gejolak dari luar, namun tahun lalu masih bisa tumbuh 5,7%. Capaian pertumbuhan tersebut masih menjadi terbaik kedua di dunia.

"Pertumbuhan ekonomi di tengah stabilisasi yang dilakukan masih tinggi. Di 2013 kita masih 5,7%, nomor 2 terbaik di dunia," ungkap Perry dalam jumpa pers di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (9/1/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibandingkan dengan tahun 2012 yang sebesar 6,2%, pertumbuhan ekonomi memang mengalami penurunan. Ini tercatat pada terbatasnya pertumbuhan ekspor akibat melambatnya ekonomi global yang membuat permintaan barang ekspor menurun.

"Penyebab pergerakan pertumbuhan masih oleh konsumsi rumah tangga," sebutnya.

BI di tahun ini menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, yaitu di kisaran 5,8%-6,2%. Ini sejalan dengan perbaikan ekonomi global di tengah berlanjutnya proses konsolidasi ekonomi domestik mengarah ke kondisi yang lebih seimbang.


Dampak Harga Elpiji 12 Kg Naik-Turun

Pada kesempatan itu, Perry juga menyatakan soal dampak naik turunnya harga elpiji 12 kg di awal tahun ini. Menurutnya, kenaikan harga elpiji 12 kg yang awalnya mencapai 60% sudah memberikan andil kepada inflasi Januari.

"Kenaikan 67% sudah terjadi pada minggu pertama. Itu sudah menyumbang inflasi," ungkap Perry.

Kemudian, harga elpiji 12 kg diturunkan, sehingga hanya naik 17% dari harga tahun lalu. Sehingga jika dihitung secara keseluruhan, andil inflasi untuk bulan Januari adalah 0,1%.

"Minggu selanjutnya kenaikan akhirnya menjadi 17%. Jadi tambahan dampak ke inflasi 0,1%," sebutnya.

Seperti diketahui per 1 Januari 2014, PT Pertamina (persero) menaikan harga jual gas elpiji ukuran 12 kg sebesar Rp 3.959/kg. Ini kemudian berlangsung selama 7 hari.

Namun setelah melalui proses yang panjang dan alot, akhirnya Pertamina berubah sikap hanya menaikan harga jual elpiji 12 kg hanya Rp 1.000/kg.

(mkj/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads