MRT Jakarta, Mulai Anti Bising Sampai Bor Raksasa

MRT Jakarta, Mulai Anti Bising Sampai Bor Raksasa

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 10 Jan 2014 10:44 WIB
MRT Jakarta, Mulai Anti Bising Sampai Bor Raksasa
Jakarta - Proyek moda transportasi modern di ibukota Jakarta telah dimulai. Salah satunya Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Proyek MRT fase pertama rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia ini mulai dikerjakan pada 10 Oktober 2013 dan ditargetkan selesai pada semester I-2018.

Pada saat pengerjaan hingga beroperasi, MRT Jakarta menggunakan berbagai peralatan super modern, lalu juga akan dilengkapi fasilitas stasiun nyaman layaknya di bandara.

Berikut ini, fasilitas hingga peralatan yang ada saat masa konstruksi hingga beroperasi di MRT Jakarta seperti dirangkum detikFinance, Jumat (10/1/2014).

1. Pakai Teknologi Anti Bising

Proyek MRT Jakarta menggunakan teknologi noise barrier untuk meminimalisir dampak suara dari aktivitas kereta yang melewati di jalur layang (elevated). Pemasangan noise barrier ini menjawab kekhawatiran warga terhadap kebisingan kereta saat pengoperasian MRT yang melewati rute layang.

"Ada noise barrier. Dia pantulkan suara. Jadi suara nggak langsung ke kuping kita. Suara yang sampai di bawah (perumahan yang delewati MRT) nyaris tak terdengar," kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta M Nasyir.

2. Bor Raksasa

Kontraktor proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan menggunakan alat canggih untuk membuat terowongan rute MRT bawah tanah (underground). Kontraktor MRT akan mendatangkan mesin bor canggih raksasa berdiameter 6,6 meter ke Indonesia. Mesin bor ini nantinya digunakan untuk melobangi atau membuat jalur MRT bawah tanah sepanjang 5,9 km dari Stasiun Bundaran Senayan ke Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.

"Alat kita datangkan dengan diameter 6,6 meter. Mulai pengeborannnya tahun 2015," kata Nasyir.

Mesin bor canggih ini akan didatangkan dari berbagai negara. Alat bor ini pun menyesuaikan tipe tanah yang membentang sepanjang Bundaran HI hingga Bundaran Senayan. Pengoperasian mesin bor ini nantinya akan dilakukan langsung dari kontraktor asing selama 24 jam.

3. Terkoneksi KRL Bandara Soetta

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dirancang terkoneksi dengan moda transportasi di DKI Jakarta. Diantaranya KRL Commuter Line Jabodetabek dan KRL Bandara Soekarno Hatta-Sudirman Baru.

Direktur Kontruksi PT MRT Jakarta M Nasyir menjelaskan masyarakat Jakarta yang ingin berpergian ke Bandara Soetta bisa langsung menuju 13 stasiun MRT Jakarta yang membentang sepanjang Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Nantinya Stasiun MRT di Dukuh Atas akan terkoneksi dengan KRL Bandara Soetta. Saat tiba di Stasiun Dukuh Atas, penumpang MRT bisa melalui terowongan menuju Stasiun Sudirman Baru. Dari Stasiun Sudirman baru, penumpang MRT bisa langsung membeli tiket dan naik KRL Bandara Soetta menuju Cengkareng.

"Koneksi di Dukuh Atas. Dia lewat tunnel (terowongan) ke Stasiun Sudirman. Jadi mau ke bandara dia cukup dianter ke stasiun MRT," kata Nasyir.

4. Stasiun Kereta seperti Bandara

PT MRT Jakarta merancang konsep stasiun moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) super modern dan nyaman. Layaknya bandara, stasiun MRT Jakarta akan dilengkapi dengan fasilitas yang akan memanjakan penumpang. Selain itu, di area stasiun akan dilengkapi fasilitas komersial seperti MRT di Jepang dan Singapura.

"Kenapa hanya bandara. Stasiun lebih bagus dari bandara," kata Nasyir.

Nantinya di dalam stasiun MRT Jakarta juga dilengkapi fasilitas eskalator dan fasilitas pintu elektronik (automatic fare collection) untuk keluar masuk penumpang. Di dalam stasiun bawah tanah (underground) nantinya juga dilengkapi fasilitas mesin fentilasi dan pendingin udara untuk menjamin sirkulasi udara di dalam stasiun.
Halaman 2 dari 5
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads