Misalnya Bambang warga Cijantung, Jakarta Selatan mengaku nyaman mendarat di Halim. Alasannya, selain lebih dekat dari rumahnya, juga kondisi Halim yang relatif tak sepadat Soekarno-Hatta menjadi nilai tersendiri bagi dirinya.
"Lebih nyaman di Halim karena lebih dekat dari rumah, kalau di Soekarno-Hatta 2-3 jam sampai ke rumah pakai taksi, kalau di Halim 20-40 menit, sudah sampai rumah 20-45 menit naik angkot," katanya kepada detikFinance, Jumat (10/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saran belum ada, soalnya ini pertama kali turun di Halim jadi belum paham, jadi lain waktu kalau mau naik pesawat pilih di Halim saja karena lebih dekat," katanya.
Selain itu, penumpang lainnya bernama Ani mengaku senang bisa terbang melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Karena rumahnya berlokasi di Bekasi, Jawa Barat atau di timur Jakarta. Perjalanan ia dari rumah ke bandara cukup dekat ketimbang ke Soekarno-Hatta.
"Senang saya lewat Halim, lebih dekat dari rumah. Biasanya saya sudah di Bandara Soekarno-Hatta 3 jam sebelum keberangkatan ini hanya 2 jam," kata Ani.
Nada yang sama disampaikan oleh penumpang yang baru pertama merasakan naik pesawat. Misalnya Toro, ia mengaku nyaman bisa mendarat di Halim. Toro salah satu pegawai Surya Prima Tour agen tiket Citilink, di Yogyakarta yang mendapat fasilitas naik pesawat Citilink gratis.
"Enjoy saja, masih sepi enak, nyamana lah," katanya
Warga Yogyakarta lainnya, yang bernama Aisya sangat senang bisa mendarat di Halim daripada di Bandara Soekarno-Hatta karena dinilai lebih sepi.
Aisya datang ke Jakarta dalam rangka tugas kantornya.
"Di sini masih sepi jadi enak, nyaman juga terus juga lebih dekat kalau ke mana-mana," katanya.
(hen/dnl)











































