Ke China Lewat Alpukat dan Celana Dalam

Gading, Emas Putih yang Menggiurkan (3)

Ke China Lewat Alpukat dan Celana Dalam

- detikFinance
Senin, 13 Jan 2014 14:02 WIB
Ke China Lewat Alpukat dan Celana Dalam
Jakarta - Air mata mengalir dari mata Pangeran William dari Inggris. Calon raja Inggris ini tak kuasa menahan haru saat di hadapannya diperlihatkan rekaman seekor badak yang mati akibat pendarahan pada September tahun lalu. Tak hanya kehilangan hidupnya, badak malang itu juga kehilangan cula.

“Alam liar sangat terancam sekarang dan saya merasakan insting untuk melindungi, apalagi sekarang saya menjadi seorang ayah, sehingga bisa merasa emosional karenanya,” kata sang pangeran.

Bersama sang ayah, Pangeran Charles, William kini aktif mengkampanyekan perlindungan terhadap satwa liar. Dalam sebuah pertemuan di London pada akhir tahun lalu, keduanya meminta pemerintahan dari 50 negara yang hadir saat itu memerangi perdagangan ilegal produk satwa.

Perdagangan bagian tubuh satwa liar ini adalah perdagangan ilegal paling menguntungkan nomor lima, setelah narkotika, penyelundupan manusia, pencurian minyak, dan pemalsuan uang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China adalah pasar terbesar, khususnya untuk gading gajah ilegal. Sebanyak 70 persen perdagangan gading ilegal berlangsung di negeri Tirai Bambu. Bagaimana gading diselundupkan ke negeri itu?

Gading dikirimkan ke China dari timur dalam kontainer berisi kacang kedelai, alpukat, atau ikan. Ada juga gading-gading yang diselundupkan lewat kopor-kopor milik orang-orang China yang banyak bekerja di Afrika.

Bahkan, tak jarang diselundupkan dalam kaleng atau lipatan-lipatan celana dalam yang sangat bau untuk menghindari penciuman anjing pelacak.

Konon, ada juga gading yang diselundupkan dalam tas-tas diplomatik. Seperti kehebohan tahun 2010, ketika ada tuduhan penyelundupan gading gajah di pesawat eks Presiden China Hu Jintao, setelah meninggalkan Tanzania.

Di pasar rakyat di jalanan Beijing, Hong Kong, atau Guangzhou, gading mentah dibanderol sekitar Rp 20 juta per kilogram. Bagi 350 juta orang kelas menengah di China, sumpit dari gading, gelang, dan ornamen-ornamen gading yang mahal adalah simbol status.

Mereka menyebutnya gigi gajah atau “xiangya”. Kebanyakan warga China yakin gading-gading itu 'dipanen' dari gajah yang mati secara wajar.

Di China ada 37 pabrik dan 146 toko yang terdaftar resmi untuk mengolah dan menjual gading gajah yang berasal dari Afrika. Tapi sebenarnya ada banyak pabrik dan toko yang mengolah dan menjual gading gajah secara ilegal. Asalnya, sudah tentu dari pasar gelap.

 
(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads