RI Perlu US$ 80 Miliar untuk Bangun Infrastruktur
Senin, 29 Nov 2004 17:53 WIB
Jakarta - Indonesia memerlukan investasi sedikitnya 80 miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur dalam lima tahun ke depan. Saat ini pemerintah terus mempersiapkan sumber-sumber pembiayaannya."Bisa jadi biaya yang dibutuhkan sebesar 80 miliar dolar AS dalam lima tahun. Itu untuk membangun infrastruktur, baik telekomunikasi, listrik, pelabuhan udara, laut, darat dan PDAM," kata Ketua Tim Pembiayaan Infrastruktur Raden Pardede disela raker dengan Komisi XI di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, (29/11/2004).Menurut Pardede, saat ini pemerintah masih mencari sumber pembiayaan baik dari kalangan perbankan, capital market maupun direct invesment. Menyangkut dunia perbankan, dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan melakukan kontak dengan seluruh bank, baik BUMN maupun swasta untuk melihat kapasitas dan potensi pembiayaan dari kalangan perbankan.Pardede mengakui, ia diberi waktu selama dua minggu untuk membuat laporan yang komprehensif menyangkut sumber pembiayaan infrastruktur tersebut. Namun, sejauh ini timnya belum mengkaji infrastruktur apa saja yang akan menjadi prioritas. Pasalnya, Presiden SBY akan membentuk tim lain untuk menentukan prioritas pembangunan inftrastruktur tersebut.
(mi/)











































