Liberalisasi BBM Secara Penuh Baru Terealisasi Tahun 2010

Liberalisasi BBM Secara Penuh Baru Terealisasi Tahun 2010

- detikFinance
Senin, 29 Nov 2004 18:25 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan liberalisasi bahan bakar minyak (BBM) secara penuh di Indonesia baru dapat dilaksanakan pada tahun 2010. Lamanya penerapan hargaBBM sesuai mekanisme pasar itu disebabkan daya beli masyarakat (purchasing power ability) yang masih dianggap rendah.Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Senin, (29/11/2004)."Pada tahun 2010, harga BBM murni akan diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar dan pemerintah hanya memberikan bantuan khusus sebagai pengganti subsidi bagi bahan bakar tertentu," kata Purnomo.Ditambahkan Kepala Badan Pelaksana Sektor Hilir Migas (BPH Migas) Tubagus Haryono, semestinya liberalisasi dilakukan pada November 2005, saat penugasan Pertamina untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM di dalam negeri berakhir. Namun pada kenyataan, realisasinya terpaksa molor karena ketidaksiapan masyarakat. Untuk itu pihak BPH Migas mengusulkan penerapan pasar terbuka baru dilakukan tahun 2010."Banyak faktor yang menyebabkan liberalisasi secara penuh ditunda hingga 2010. Namun sebelum liberalisasi dilakukan akan ada tahap transisi dan tahap penyeimbang. Ini usulan kami," kata Tubagus.Dijelaskannya, BPH Migas mematok tahap transisi mulai dari 2001-2005. Saat ini, menurut Tubagus, minat investor untuk berniaga BBM di Indonesia kurang karenamasih banyaknya subsidi.Tahap selanjutnya adalah penyeimbangan selama 2005-2010. Pada kurun waktu tersebut, pemerintah mulai mengurangi jumlah subsidi sehingga kesempatan usahamakin besar. Yang tak kalah penting, kata Tubagus, beberapa jenis bahan bakar sudah mulai masuk ke mekanisme pasar. Sementara, lanjut Purnomo, bahan bakar yang akan dilepas ke pasar saat itu adalah premium, minyak bakar dan minyak diesel. "Solar dan minyak tanah bertahap. Ini semi liberalisasi menuju market price secara bertahap," kata Presiden OPEC itu.Ditambahkan Tubagus, pasca 2010 Indonesia diperkirakan baru siap pada tahap pasar terbuka. Saat itu makin banyak jenis BBM yang dilepas ke pasar. "Daerah terpencil juga makin banyak berkurang. Diperkirakan akan ada peningkatan fasitas penerimaan, penyimpanan dan penyakuran sesuai kebutuhan pasar,"          (mi/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads