Program ini merupakan bagian dari restrukturisasi untuk penyelamatan utang Merpati. Anak usaha ini selanjutnya akan menjalankan operasional Merpati.
Namun skema pencarian mitra KSO yang harus dilakukan oleh Direksi Merpati berjalan lamban. Sehingga membuat Menteri BUMN Dahlan Iskan marah dan mempertanyakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) Capt Asep Ekanugraha diminta menjalankan skema penyelamatan yang telah disusun oleh Kementerian BUMN. Skema ini merupakan program terakhir penyelamatan Merpati.
"Merpati pola mau dilaksanakan yang sudah jelaskan," sebutnya.
Saat ditanya lagi, Dahlan buru-buru menuju ke kendaraan. "Saya jam 10 harus sidang kabinet. Nanti setelah itu saya jelaskan panjang," jelasnya.
Sebelumnya Dahlan menjelaskan beberapa skema penyelamatan Merpati. Solusi pertama, Merpati melepas kepemilikan 2 anak usahanya yakni Merpati Maintenance Facility dan Merpati Catering Services kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).
Setelah melepas anak usaha ke BUMN, Merpati kemudian diminta membentuk anak usaha baru dalam konsep Kerjasama Operasi (KSO). Pendanaan KSO ini diambil dari penjualan anak usaha ke PPA. Dalam KSO ini, Direksi Merpati harus mencari mitra KSO paling lambat 3 bulan setelah skema penyelamatan diberikan ke Merpati.
Ketika anak usaha tumbuh dan restrukturisasi utang berhasil, Merpati bisa membeli anak usaha dari PPA.
(feb/hen)











































