Orang Ini Mengoleksi Lebih Dari 100 Mobil Klasik

Hobi Mobil Klasik (2)

Orang Ini Mengoleksi Lebih Dari 100 Mobil Klasik

Hidayat Setiaji - detikFinance
Jumat, 17 Jan 2014 13:19 WIB
Orang Ini Mengoleksi Lebih Dari 100 Mobil Klasik
Kedai Vintage (foto: dok pribadi)
Jakarta - Dari hobi jadi bisnis, itulah yang dijalani Dharma Adsasmuda. Pria berusia 45 tahun ini adalah penggemar mobil klasik yang terbilang fanatik. Bayangkan, koleksinya mencapai 100 mobil dari berbagai merek.

Sebagian koleksi itu dipajang di Kedai Vintage, di daerah Cirendeu (Tangerang Selatan). Tempat ini sudah berdiri sejak 2005. Ini adalah tempat nongkrongnya para penggemar mobil klasik alias vintage car.
 
Di Kedai Vintage mereka bisa saling tukar informasi, bahkan menambah koleksi. “Konsep Kedai Vintage adalah tempat jual-beli barang-barang antik seperti skuter, sepeda onthel, perangko, papan iklan, dan sebagainya. Tetapi kami dikenal karena mobil klasik,” kata Dharma, kepada detikFinance, di Jakarta kemarin.

Dharma bilang suka mobil klasik lantaran bentuknya. “Kemudian karena kelangkaannya, ini adalah mobil-mobil yang sudah tidak banyak di pasaran,” tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi Dharma yang dipajang di Kedai Vintage (baik koleksi pribadi maupun untuk dijual) ada lebih dari 100 mobil klasik. Hampir seluruhnya merupakan mobil asal Jerman, Mercedes-Benz. Kedai Vintage memajang Mercy keluaran 1936 sampai 1970-an. Mobil-mobil ini didapat dari hasil berburu ke berbagai daerah, meski belum sampai ke luar negeri.

Selain mobil, Kedai Vintage pun menjual bebagai aksesoris. Keberadaan Kedai Vintage pun mendapat tempat tersendiri di hati para pecinta mobil klasik. “Antusiasme penggemar di sini sangat tinggi. Memiliki satu mobil biasanya belum cukup, pasti ingin tambah lagi,” ujar Dharma.

Tidak hanya menjual mobil klasik dan aksesorisnya, Kedai Vintage pun menyewakan koleksinya untuk berbagai keperluan. Misalnya pembuatan film, video klip musik, atau iklan. Biayanya sekitar Rp 20 juta per hari. Beberapa film yang menggunakan jasa Kedai Vintage adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Perahu Kertas 2, Belenggu, dan Soe Hok Gie.

Dengan berbagai usaha tersebut, Dharma mengaku omzet bisnis Kedai Vintage di atas Rp 1 miliar per tahun. Menurut dia, bisnis di bidang mobil klasik memiliki prospek yang cerah.

“Orang makmur di Indonesia semakin banyak, tetapi stok mobil klasik terbatas. Semakin banyak orang yang mencari mobil klasik, semakin tinggi harganya,” kata Dharma.

Namun Dharma tidak memungkiri bahwa mobil klasik merupakan hobi yang menguras dompet. Apalagi untuk membeli mobil klasik harus secara tunai, tidak bisa dicicil. “Kalau harganya Rp 1 miliar ya harus dibayar segitu. Kalau kita tidak sanggup, masih banyak orang lain yang mau membeli,” katanya.

Untuk memulai hobi ini, Dharma menyatakan butuh dana awal setidaknya sekitar Rp 30-50 juta. Dana tersebut cukup untuk membeli Mercy keluaran 1970-an. “Tetapi itu baru mobilnya, belum kalau perlu perbaikan. Kemudian perawatannya juga butuh biaya,” ujarnya.

(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads