Bos BUMN Ini Pernah Didemo Gara-gara Jual Daging Murah

Bos BUMN Ini Pernah Didemo Gara-gara Jual Daging Murah

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 20 Jan 2014 13:26 WIB
Bos BUMN Ini Pernah Didemo Gara-gara Jual Daging Murah
Foto: Dirut Berdikari (Wiji-detikFinance)
Jakarta - Maksud mau membantu di saat harga daging tinggi, malah diprotes. Hal ini dialami Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Librato El Arif. Dia pernah didemo pedagang daging di pasar tradisional, karena menjual daging dengan harga murah.

"Kita jual daging sapi murah yaitu Rp 70.000/kg. Kita sempat didemo sama penjual pasar, padahal dengan jual segitu sudah untung dan penjual pasar mengatakan mengapa jual murah," ungkap Librato saat berdiskusi di Kantor Pusat Berdikari, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (20/01/2014).

Librato menjelaskan untuk harga daging standar, Berdikari melalui Limausin Meet Galery hanya menjual Rp 70.000/kg, sedangkan harga di tingkat pasar tradisional sudah mencapai Rp 95.000/kg. Sedangkan untuk daging kelas satu atau sekelas tanderloin, Berdikari hanya menjual Rp 100.000/kg, atau jauh lebih murah dibanding harga pasaran umum Rp 180.000/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Librato beralasan, murahnya harga daging sapi karena Berdikari memiliki infrastruktur yang lengkap dan mengolah sendiri sapi yang telah dipotong, kemudian sudah terbentuk jaringan pasar. Untuk infrastruktur, Berdikari mempunyai 12 kandang penggemukan, 2 unit rumah pemotongan hewan (RPH), dan 1 unit pabrik pakan ternak.

Hingga kini, Berdikari mempunyai 12.000 ekor sapi. Sedangkan di 2014, Berdikari berencana mengimpor 5.000 sapi betina produktif dan 30.000 sapi bakalan.

"Kenapa kita murah? RPH dan infrastruktur lain kita miliki sendiri. Daging tenderloin kita jual hanya Rp 100.000/kg di luar sudah Rp 180.000/kg," cetusnya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads