Djan Faridz: Saya Minta Mahasiswa Tak Berpikir Jadi PNS

Djan Faridz: Saya Minta Mahasiswa Tak Berpikir Jadi PNS

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 20 Jan 2014 15:01 WIB
Djan Faridz: Saya Minta Mahasiswa Tak Berpikir Jadi PNS
Menpera Djan Faridz
Dharmasraya - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz meresmikan Rumah Susun Sederhana Masyarakat (Rusunawa) di Kampus STIKES-STMIK-STKIP di Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar). Ia juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan berpesan agar mahasiswa tak berpikir jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurut Djan, yang dibutuhkan negara saat ini adalah pencipta lapangan pekerja atau pengusaha (wirausaha), bukan pencari kerja.

"Saya meminta untuk ditanamkan pada mahasiswa. Mahasiswa abad ke-21 ini, tidak bisa lagi berpikir hanya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Sudah saatnya membuka cakrawala sebagai pengusaha, yang membuka lapangan kerja dan membuka daya saing untuk tumbuh dan berkembang," kata Djan di aula kampus STIKES-STMIK-STKIP di Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin (20/1/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, abad ke-21 adalah eranya ekonomi kreatif, yaitu ekonomi yang berbasis dengan seni dan budaya. Ditambah dengan perkembangan teknologi informasi. Harusnya mahasiswa dapat memanfaatkan hal tersebut menjadi pengusaha.

"Hal lain adalah mengubah mindset manusia muda dari pencari kerja ke pencipta lapangan kerja. Untuk itu para mahasiswa harus menanamkan ke mahasiswa, agar setiap individu melakukan yang terbaik. Modal utama itu adalah sikap percaya diri," ujarnya.

Pada tahun 2010, jumlah wirausaha muda di Indonesia sebesar 0,24% dari total penduduk. Kemudian pada 2012 angka tersebut meningkat menjadi 1,59% atau 3,9 juta orang. Namun, menurutnya kenaikan tersebut belum cukup.

"Kalau melihat persentase, memang ada kenaikan, akan tetapi jika melihat jumlah, tetunya masih sangat kurang dari kebutuhan," sebutnya.

Dalam rilis Bank Dunia, Djan menyebutkan bahwa tahun 2020 harusnya ada 600 juta pekerja bertambah di dunia. Mencapai hal itu, cara yang paling tepat adalah dengan menciptakan wirausaha baru.

"Disebutkan harusnya ada 600 juta pekerja pada tahun 2020. Salah satu solusi yang harus menjadi perhatian adalah melalui penciptaan lapangan kerja dengan pengembangan kewirausahaan," tegasnya.

Dari sisi pemerintah, menurut Djan akan diupayakan untuk meningkatkann aspek permodalan dan akses menuju pasar. Ini akan dilakukan secara terus menerus, sebab kebutuhan pengusaha di dalam negeri masih tinggi.

"Peningkatan akses permodalan dan akses pasar serta dilengkapi dengan informasi dan promosi . Dengan tumbuhanya wirausaha muda, menjadi relevan di antara 230 juta penduduk yang tidak memiliki pekerjaan," terangnya.

(mkj/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads