Ini 9 Kota Besar yang Harga Sembakonya Jadi Fokus Pemerintah

Ini 9 Kota Besar yang Harga Sembakonya Jadi Fokus Pemerintah

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 20 Jan 2014 16:20 WIB
Ini 9 Kota Besar yang Harga Sembakonya Jadi Fokus Pemerintah
Jakarta - Di tengah cuaca yang buruk, bencana yang terjadi termasuk letusan gunung serta banjir, pemerintah fokus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di sembilan kota besar. Mana saja?

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, untuk memudahkan proses distribusi kebutuhan pokok, dan menjaga harga tetap stabil di wilayah bencana, Kementerian Perdagangan melakukan kerjasama dengan TNI-Angkatan Laut. Kerjasama ini dilakukan jauh-jauh hari agar gerak bisnis dan pasokan kebutuhan pokok ke sejumlah daerah terpenuhi.

"Kalau diperlukan untuk membawa produk kebutuhan pokok ke daerah yang tidak bisa dilayani oleh pelayaran komersial, kita bisa meminta bantuan TNI-AL. Ini sudah ada SOP-nya (Standard Operation Procedure)," ungkap Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta Pusat, Senin (20/01/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Bayu menjelaskan secara detil kondisi dan situasi ekonomi terutama pergerakan harga pada komoditas tertentu di 9 kota besar di Indonesia.

Kota pertama yaitu Surabaya, harga dan pasokan kebutuhan pokok cenderung stabil. Sedangkan ada pergerakan harga sebesar 3-5% dalam waktu 10 hari terakhir untuk produk hortikultura, seperti cabai dan sayur mayur. Kenaikan harga juga terjadi pada telur. Menurut Bayu, Pemprov Jawa Timur sudah mengantisipasi dengan memberikan bantuan berupa alat angkutan distribusi seperti truk besar.

Kota kedua yaitu Medan, akibat letusan Gunung Sinabung yang mengakibatkan harga produk hortikultura terutama di daerah Karo naik tajam sekitar 30-40%. Tidak hanya kenaikan harga, letusan Gunung Sinabung juga berdampak pada penurunan pasokan produk sayur mayur dan hortikultura di daerah itu.

Sementara itu kondisi kota Medan tidak separah di kota Karo, karena mendapatkan pasokan kebutuhan pokok dari daerah lain seperti Langkat dan Riau. Efeknya adalah harga mengalami kenaikan, tetapi tidak setinggi di kota Karo. Kebutuhan pokok di Medan hanya naik sekitar 7%. Kemudian harga ikan di Medan juga naik 8%. Ini karena gelombang laut tinggi yang membuat para nelayan tidak melaut sehingga pasokan ikan berkurang.

Lalu kota ketiga yaitu Palembang, walaupun terjadi anomali cuaca di kota itu, justru dalam kurun waktu 1 minggu ini ada penurunan harga khususnya untuk produk hortikultura dan daging sapi sebesar 10-15%. Pasokan kebutuhan pokok lainnya dinilai cukup dan stabil.

Kota keempat yaitu Manado pasca banjir bandang. Mulai hari ini pasar tradisional sudah mulai beroperasi kembali termasuk Pasar Bersehati dan Pinasungkulan. Pasar ini mulai aktif sejak dilanda banjir bandang Jumat pekan lalu. Beberapa produk segar memang mengalami kenaikan harga seperti harga sayur mayur. Pemicunya adalah akses dari sentra produksi yaitu Tomohon terputus. Selain itu harga ikan juga mengalami kenaikan, karena gelombang tinggi sehingga nelayan tidak melaut. Produk air kemasan dan susu masih cukup tersedia dan stabil.

Kemudian, kota kelima adalah Makassar yang menjadi pusat distribusi ke Indonesia Timur. Harga kebutuhan pokok di kota ini terpantau masih stabil. Untuk mengantisipasi cuaca buruk, Bayu menjelaskan, Pemda di Makassar telah membuat posko bencana dan logistik, termasuk untuk pasokan ke daerah lain. Sampai saat ini pasokan kebutuhan pokok masih cukup dan pelayanan berjalan normal.

Kota keenam adalah Ambon, yang harga kebutuhan pokoknya masih cukup dan harganya stabil. Hanya saja Pemda Ambon dan para distributor sudah harus mulai mengantisipasi lonjakan harga dan terganggunya pasokan, karena dalam jangka waktu panjang Ambon akan diselimuti musim hujan berkepanjangan.

Lalu kota ketujuh yaitu Kupang, yang terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok sebesar 5% karena tersendatnya arus distribusi. Kota kedelapan dan kesembilan yaitu Pontianak dan Samarinda kondisi stok kebutuhan pokok masih stabil. Yang mengalami kenaikan adalah produk hortikultura dan ikan, sedangkan beras dan minyak goreng cukup hingga 4-6 bulan ke depan.

"Antispasi kita fokus ada di hortikultura kalau dampaknya berkepanjangan harus ada langkah-langkah hingga 7-10 hari ke depan. Tetapi stok cukup jadi belum ada kebutuhan untuk intervensi sementara. Dominasi bencana alam di Indonesia ini adalah Banjir, tanah longsor dan gelombong tinggi juga letusan Sinabung," jelasnya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads