Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta bercerita pengalamannya sebagai pengusaha mal menghadapi bencana banjir yang tengah terjadi. Menurut Tutum, setidaknya ada beberapa alasan mengapa pengunjung mal sepi.
"Itu pasti karena gini, konsumen kita adalah orang yang kena banjir itu. Kedua konsumen yang tidak kena banjir itu pun agak sulit lah mencapai pusat perbelanjaan tersebut," kata Tutum kepada detikFinance, Senin (20/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira berkurang 50%. Itu mal tertentu di pusat kota," katanya.
Tutum mengatakan, akses jalan ke beberapa mal tertutup karena banjir. Namun itu tidak menjadikan mal tersebut tutup. Menurut Tutum, mal masih buka namun beberapa tenat atau gerai pasti ada yang tidak beroperasi.
"Saya kira kerugian langsung kita tidak dapat omzet. Kerugian kedua barang nggak bisa dikirim. Tapi masih beroperasi walau akses terganggu," katanya.
Dia mengatakan, saat banjir seperti ini tren yang ada menunjukkan pengunjung akan lebih memilih ke mal-mal yang aksesnya tidak banjir, meski harus menempuh jarak yang sedikit lebih jauh.
(zlf/ang)











































