Dari pantauan detikFinance, ada pekerjaan kontruksi proyek MRT di berbagai sudut kota Singapura. Bahkan untuk proyek MRT rute ke-12 yaitu dari Chinatown ke Expo dekat Bandara Changi, proses kontruksi sampai-sampai harus menggeser alur sungai besar. Lokasi ini dekat dengat calon
stasiun MRT Fort Canning.
"Singau ditutup demi bangun MRT. Ini dikuatkan dulu tanahnya karena nanti saat ngebor (tunnel) ada getaran, kan stasiun dekat dengan sungai," kata Civil Engineer PT MRT Jakarta Wilman Sijabat yang ikut mendampingi kunjungan ke proyek MRT di Singapura, Selasa (21/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MRT.
"Nanti kalau sudah selesai dikembalikan lagi," kata Wilman.
Pembongkoran atau pengalihan beberapa ruas jalan ini harus dilakukan. Menurutnya untuk membangun stasiun harus membelah tanah hingga kedalaman stasiun bawah tanah.
Hal ini pula yang bakal dilakukan pada proyek MRT Jakarta tahap I rute underground. Bahkan untuk rute fase II yakni Kampung Bandan-Bundaran HI memiliki opsi menggeser alur sungai kecil di sekitar Jalan Gajah Mada.
Selain itu, dari desain stasiun. Stasiun MRT di Singapura dirancang cukup kompleks. Bahkan beberapa stasiun secara kontruksi dirancang agar di atasnya bisa dibangun atau dimanfaatkan untuk gedung
perkantoran hingga pusat perbelanjaan.
"Kalau di kita standar kan dibangunnya di atas jalan," sebutnya.
(hen/ang)











































