Tahun 2005, Industri Multifinance Bakal Tumbuh Hingga 30%
Selasa, 30 Nov 2004 12:08 WIB
Jakarta - Biro Riset Infobank memperkirakan multifinance pada tahun 2005 akan tumbuh dengan kisaran 20-30 persen. Setidaknya terdapat enam alasan yang menyebabkan tumbuhnya industri multifinance.Alasan pertama, permintaan konsumen yang meningkat dengan jumlah penduduk yang besar. Kedua, meski penetrasinya cukup baik, jika dibandingkan dengan PDB industri ini masih rendah sehingga masih ada ruang untuk tumbuh.Ketiga, pembelian kendaraan lebih banyak dilakukan dengan cara kredit, yaitu 51 persen dengan cara kredit dan 49 persen dengan cara tunai. Keempat, penetrasi dari perusahaan pembiayaan konsumen yang sempat rendah selama krisis saat ini kembali naik.Kelima, rendahnya suku bunga telah memperbesar pertumbuhan industri multifinance, dan keenam, dukungan perbankan yang membuat multifinance tidak lagi sulit mencari alternatif pendanaan."Namun masalah akan muncul manakala perusahaan pembiayaan tidak mampu menaikkan modal sebagai kosnekuensi untuk memperbesar aktifitas usahanya," kata Kepala Biro Riset Infobank Eko B. Supriyanto dalam Infobank Outlook 2005 di Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika, Jakarta, Selasa, (30/11/2004).Menurut Eko, kegairahan sektor konsumsi multifinance dan perbankan juga akan berpengaruh pada dunia perasuransian.Sektor ritel dan konsumen menjadi sangat bergairah untuk asuransi umum. Perusahaan asuransi yang punya grup dengan bank atau multifinance dan dealer akan lebih mudah berkembang dibandingkan perusahaan asuransi yang tidak mempunyai grup.Menurutnya, ada beberapa hal yang akan mempengaruhi industri asuransi pada tahun 2005, diantaranya, pertama, kondisi makro ekonomi seperti relatif masih rendahnya suku bunga dan gejolak valas yang membuat Yield investasi asuransi merosot.Kedua, rendahnya kemampuan permodalan akan membuat perusahaan asuransi sulit berkembang. Ketiga, aktifitas bank asuransi masih akan tetap berlangsung dan bahkan dengan berbagai produk. Aktifitas produk asuransi jiwa yang lebih dinamis akan tetap membawa sektor premi asuransi berkisar 25-30 persen.Sedangkan, ruang perusahaan asuransi umum masih akan banyak pada aktifitas ritel. Namun untuk 2005 diperkirakan aktifitas juga akan banyak ke sektor korporasi kendati dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan sebelum krisis.
(mi/)











































