Jika pun ada, Nia mengatakan si tukang sayur mematok harga yang lebih tinggi dari biasanya. “Mau bagaimana lagi, memang musimnya sedang seperti ini. Saya juga tidak bisa menyalahkan tukang sayur, karena dia juga membeli di pasar dengan harga yang lebih mahal,” katanya.
Banjir memang mengakibatkan harga kebutuhan pokok melambung. Ini karena produksi dan distribusi terganggu oleh banjir.
“Kenaikan harga semakin menjadi. Harga bergerak naik perlahan tapi pasti. Barang sedang susah karena gangguan produksi dan distribusi,” tutur Ngadiran, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), di Jakarta kemarin.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok, lanjut Ngadiran, adalah sayur-mayur. Ini karena intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banyak ladang sayuran gagal panen. Selain itu, distribusi juga mengalami hambatan akibat akses jalan terkepung banjir.
“Saya mendengar kabar Cirebon lumpuh karena banjir. Padahal banyak sayur dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang diangkut melalui jalur tersebut. Serba susah lah,” kata Ngadiran, mengeluh.
Dengan kondisi tersebut, rata-rata harga sayur-mayur naik lebih dari 10 persen. “Ini kenaikan yang lumayan bagi pedagang dan tentunya konsumen,” ujarnya.
Kenaikan harga kali ini, menurut Ngadiran, jauh berbeda dibandingkan ketika puasa dan lebaran. “Kalau puasa-lebaran, harga naik karena kebutuhan masyarakat tinggi. Sekarang harga naik karena barangnya tidak ada,” tegasnya.
Ngadiran berharap pemerintah bisa tanggap dalam mengatasi banjir. Peran Bulog bisa dimaksimalkan untuk stabilisasi harga. “Jangan juga Bulog diperkuat, fungsinya diperluas, tapi kemudian menjadi ladang korupsi. Apalagi sekarang mendekati Pemilu, jangan sampai Bulog kemudian jadi ATM partai politik,” ujar Ngadiran.
Selain memaksimalkan peran Bulog, Ngadiran juga meminta pemerintah lebih cepat membangun dam untuk mencegah banjir di kemudian hari. “Wacana pembangunan 3-4 dam baru itu bagus, harus diprioritaskan. Pemerintah harus mampu mengatur air,” katanya.
Sembari menunggu langkah dari pemerintah, demikian Ngadiran, pedagang pasar hanya bisa bersabar dalam menghadapi banjir. “Kita hanya bisa berdoa musim hujan lebat cepat berakhir,” ujarnya.
(hds/DES)











































