"Konsumen bisa saja adalah orang yang kena banjir. Kemudian konsumen yang tidak kena banjir pun agak sulit mencapai pusat perbelanjaan. Saya kira berkurang 50 persen untuk mal tertentu di pusat kota,” papar Tutum Rahanta, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan, mengatakan ada 24 mal yang terkena dampak banjir. Akibatnya, kunjungan konsumen menurun dan berdampak terhadap omset.
“Dalam satu minggu omset mereka berkurang sekitar 20-30 persen. Tetapi karena pusat perbelanjaan terikat kepada harga jadi tidak ada gejolak harga di sana,” kata Bayu.
Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kadin Jakarta, menyatakan pusat-pusat bisnis yang terkena banjir menderita kerugian yang tidak sedikit. “Beberapa pusat bisnis di Jakarta hampir berhenti total akibat akses jalan tergenang sehingga tidak bisa dijangkau oleh konsumen,” ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan dengan kesadaran untuk tidak membuang sampah di kali karena akan mempercepat penyumbatan. Pemprov DKI Jakarta sebaiknya segera memperbanyak tempat sampah di berbagai pojok ibukota untuk lebih menarik kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya," terang Sarman.
Bagaimana banjir ini 'menghantam dunia usaha? Simak infografis berikut ini:

(hds/DES)











































