Direktur Utama Damri Suherman Subrata mengatakan konstribusi terbesar laba tersebut berasal dari moda transportasi bandar udara (bandara), yakni mencapai 50%.
"Konstribusi terbesar itu berasal dari moda transportasi bandara itu mencapai 50% dari total," kata Suherman di kantornya, Jalan Matraman, Jakarta, Kamis (23/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2013 baru ada tambahan karena kita menang tender dari busway. Untuk koridor 1-8 dan 11. Penyediaan bus tersebut diimpor dari China," ujarnya .
Secara umum, Damri melakukan investasi secara besar-besaran tahun 2010. Di mana Damri menyediakan 500 armada baru dan memperbarui bus lama sebanyak 500 armada.
"Investasi besar-besaran itu dari 3 tahun yang lalu. Selama 2 tahun kita sudah bisa berhasil menyediakan 500 armada baru. Dan 500 rekondisi untuk membuat bus seperti baru. Jadi ada 1000 total. Itu dampaknya sekarang," paparnya.
Akan tetapi, Suherman mengatakan masih ada segmen yang merugi, yaitu bus kota. Kerugian dari segmen ini ditutupi dari keuntungan tender busway.
"Selama ini selalu merugi itu bus kota. Kerugian bus kota ditutup sama busway," pungkasnya.
(mkj/ang)










































