Cosplay Makin Marak, Peluang Bisnis pun 'Semerbak'

Cosplay, Budaya Pop, dan Bisnis (1)

Cosplay Makin Marak, Peluang Bisnis pun 'Semerbak'

Hidayat Setiaji - detikFinance
Jumat, 24 Jan 2014 09:32 WIB
Cosplay Makin Marak, Peluang Bisnis pun Semerbak
Cosplayer asal Indonesia (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Dalam beberapa kesempatan, kini makin banyak orang-orang yang berpakaian dan berdandan ala tokoh-tokoh fiksi. Aktivitas seperti ini disebut costume play, atau sering disingkat cosplay.
 
Mungkin sebagian orang menilai bahwa cosplay dilakukan oleh para otaku alias penggemar komik dan animasi Jepang. Cosplay sebenarnya berlaku umum, bisa saja berdandan ala tokoh komik atau animasi Amerika Serikat, film Hollywood, bahkan karakter video game.
 
Eksebisi cosplay berawal di AS pada dekade 1960-an. Kala itu para pecinta film fiksi ilmiah kerap kali mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan tesebut, para nerd menggunakan kostum karakter di film-film fiksi ilmiah seperti Star Trek.
 
Cosplay kemudian terus berkembang dan menjadi budaya pop yang dikenal luas pada era 1990-an. Bahkan cosplay kerap kali menjadi ide busana, terutama di daerah Harajuku dan Akihabara (Jepang).
 
Biasanya para penggemar cosplay mejeng dalam sebuah acara khusus. Misalnya acara Hellofest di Jakarta yang diadakan tahun lalu. Para cosplayer mengikuti kompetisi khusus yang diberi nama KostuMasa Show Off.
 
Di luar negeri, para cosplayer biasanya menyerbu berbagai acara konvensi komik dan animasi. Contohnya Comiket (Jepang) atau San Diego Comic Con dan New York Comic Con. Bahkan ada ajang khusus kompetisi cosplay internasional yaitu World Cosplay Summit di Nagoya (Jepang) yang diikuti para perserta dari puluhan negara.
 
Di Indonesia, komunitas cosplay tersebar di berbagai kota. Tidak hanya Jakarta, tetapi sampai ke Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan sebagainya. Komunitas-komunitas ini rajin berkumpul untuk sekedar berbagi pengalaman sampai pamer kostum terbaru.
 
Maraknya aktivitas cosplay tentu menjadi sebuah peluang bisnis. Kini mulai banyak wirausahawan yang bergerak di bidang penyediaan kostum untuk cosplay. Kostum buatan mereka tidak kalah mentereng dibandingkan dengan yang terlihat di film, komik, atau game.
 
Kostum untuk cosplay bisa sangat sederhana sampai sangat rumit. Untuk menjadi karakter Monkey D Luffy (One Piece), misalnya, hanya butuh topi jerami, rompi tanpa lengan, celana pendek, dan sandal. Namun lain halnya jika ingin meniru kostum Kamen Rider alias Ksatria Baja Hitam, Anda butuh cetakan khusus yang membungkus dari ujung kepala sampai ujung kaki.
 
“Kalau hanya jaket untuk karakter-karakter di seri Naruto, harganya sekitar Rp 180 ribu. Namun untuk karakter dengan desain rumit seperti di seri Final Fantasy bisa sampai sekitar Rp 2 juta, karena banyak membutuhkan bahan dari kulit,” papar Fanny Frisliany, pemilik Fakagi Cosplay Shop.
 
Bagaimana kira-kira geliat cosplay di Indonesia? Simak laporan khusus detikFinance edisi hari ini.

(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads