Namun stok ini menurun drastis bila dibandingkan bulan Desember 2013, stok beras mencapai 37.708 ton atau turun 15,32% dibandingkan saat ini.
"Kedatangan beras memang agak berkurang masuk ke Pasar Induk Cipinang biasanya 2.500 ton sekarang 2.000 ton (per hari) murni karena distribusi yang terhambat," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat (24/01/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya pada bulan Januari ini masuk musim tanam bukan musim panen sehingga tidak berpengaruh kepada produksi padi. Namun berpengaruh pada kegiatan panen yang akan molor karena akan ada penanaman benih ulang.
"Produksi beras belum ada gangguan karena sekarang ini musim tanam dan umur padinya masih 1-2 bulan jadi belum panen," tegas Bayu.
Menurut Bayu, pemerintah khususnya Kementerian Pertanian sudah menyiapkan langkah antisipasi agar pola tanam tetap dilakukan. Cara ini dilakukan agar musim panen tidak terlalu mundur lama sehingga tidak timbul kelangkaan beras.
"Kementan akan menyiapkan kebijakan untuk memastikan diganti benih yang terkena banjir dan ditanam ulang," imbuhnya.
(wij/hen)











































