Berdasarkan hipotesa ini Munroe getol mempromosikan saham Coca-Cola, perusahaan minuman ringan berkarbonasi itu kepada warga kota Quincy. Dia bukan pegawai Coca-Cola atau pemilik saham perusahaan itu. Munroe hanyalah seorang bankir yang punya visi bagus dan tak egois.
"Saat itu Coke baru saja go public, dan ayah suka rasanya minuman itu,â kata Julia Woodward, 80 tahun, putri almarhum Tuan Pat, begitu lelaki itu dulu akrab dipanggil. âPlus, dia yakin sahamnya akan bagus karena orang berusaha selalu punya duit untuk membeli sebotol.â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi Pat Munroe terus membeli saham dan tentu saja dia terus mengajak orang ikut 'menumpuk' saham. Warga pemilik saham Coca-Cola di kota ini bukan tipikal investor yang membeli saat harga turun dan menjual saat harga naik.
Kini ada sekitar 67 keluarga yang termasuk miliuner karena saham Coca-Cola, dari total sekitar 8.000 penduduk kota Quincy. Nilai saham yang mereka miliki, beberapa tahun lalu, mencapai 7,5 juta lembar atau senilai US$ 375 juta (sekitar Rp 4,5 triliun).
Â
Kumpulan saham ini membuat Quincy termasuk komunitas terkaya di Amerika Serikat. Sebelum Perang Dunia II, Quincy termasuk kota terkaya di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan per kapita rata-rata.
Sampai sekarang, berbagai mansion mewah dan bersejarah masih berdiri dengan kokoh di kota itu. Saham Coca-Cola diwariskan dari keturunan ke keturunan. Tuan Pat kabarnya, mewariskan masing-masing US$ 1 juta atau sekitar Rp 12 miliar (dalam bentuk saham) kepada 18 cucunya.
Â
Saham Coca-Cola itu telah membuat Quincy bertahan dari hantaman berbagai krisis ekonomi yang pernah melanda AS. Ketika panen tembakau gagal, duit dari Coca-Cola membuat orang tak pengangguran. Ketika ekonomi nasional ambruk, duit dari Coca-Cola pula yang membuat orang-orang tetap bisa bertahan hidup di rumah.
Ketika situasi membaik dan harga saham Coca-Cola turun, mereka akan membeli lebih banyak saham.
Â
Bank milik Tuan Pat, di mana itu semua dimulai, selalu memampangkan logo Coca-Cola. Pada empat tahun lalu, sebanyak 65 persen dari aset terpercaya yang dikelola bank itu masih berinvestasi di saham Coca-Cola.
Â
(DES/DES)











































