Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat mengunjungi Kampung Nelayan Tambaklorok, Semarang, di Tambaklorok, Semarang, Senin (27/1/2014).
Hatta mengatakan akibat bencana alam yang melanda di berbagai wilayah akhir-akhir ini membuat banyak petani kehilangan lahan dan nelayan
tidak bisa melaut. Oleh sebab itu pemerintah pusat harus turun tangan memberi bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Hatta menambahkan pihaknya memiliki bagian yang khusus mengurus kehidupan nelayan dan petani khusunya untuk pendidikan
anak-anak. Menurutnya pendidikan anak nelayan dan petani perlu diperhatikan untuk memperbaiki taraf kehidupan.
"Kita tidak ingin generasi nelayan dan petani kita tidak meningkat kualitas hidupnya. Makanya pendidikan anak-anak nelayan dan petani
harus diperhatikan. Karena kalau bermasalah pada income, biasanya anak jadi korban untuk bekerja. Itu tidak boleh terjadi," tegas Hatta.
Selain itu, pemerintah pusat juga menyiapkan dana cadangan untuk alokasi pangan beras senilai Rp 2 triliun. Dana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi krisis pangan pasca bencana.
"Ada Rp 2 triliun lagi khusus untuk beras apabila ada gangguan," tandasnya.
Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, kehidupan nelayan di Semarang diperburuk dengan masih adanya air rob yang
menggenangi pemukiman nelayan. Pemerintah Kota Semarang sudah memiliki program sabuk pantai dengan pemerintah Provinsi, namun hal itu tetap masih memerlukan bantuan dari pemerintah pusat.
"Ombak di Tambaklorok semakin hari semakin besar. Saya harap jangan hanya sabuk pantai tapi dibuat metode teknis yang punya kekuatan
baik," kata Hendrar.
(alg/hen)










































