Digagas PU Sejak 1997, Proyek Sudetan Cisadane Gagal Terus

Digagas PU Sejak 1997, Proyek Sudetan Cisadane Gagal Terus

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 27 Jan 2014 18:03 WIB
Digagas PU Sejak 1997, Proyek Sudetan Cisadane Gagal Terus
Jakarta - Proyek sudetan kali Ciliwung-Cisadane telah digagas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sejak 1997. Dari saat itu hingga sekarang, proyek tersebut ditolak oleh masyarakat maupun Pemda Tangerang.

"Program itu masuk ke dalam program kita tahun 1997 sudah ada. Masyarakat takut kebanjiran, kita belum bisa meyakinkan mereka," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmano setelah bertemu beberapa pemerintah daerah Jabodetabek di kantornya, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Hingga saat ini, proyek tersebut juga ditolak. Akhir pekan lalu Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) terjun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi kali Cisadane. Setelah berdiskusi dengan Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Jokowi luluh dan memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah kita datang ke lapangan dan melihat kondisi riil yang di kali Cisadane. Sekarang jelas sekali di sini air ada ke bibir sungai jadi kalau ada sudetan akan jadi masalah di kota dan Kabupaten Tangerang. Sekarang saya sudah tidak berpikir tentang sudetan lagi. Yang perlu normalisasi Cisadane bukan sudetan," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan warga.

Meski terus menerus ditolak, Kementerian PU bersikukuh untuk melanjutkan proyek tersebut. Proyek sudetan akan dilanjutkan pada tahun 2018, dengan catatan tak ada lagi penolakan pihak manapun.

Djoko yang tadi melakukan rapat dengan beberapa walikota dan bupati daerah termasuk Walikota Tangerang mengatakan, proyek sudetan Cisadane tetap masuk ke dalam program kementerian.

"Sudetan itu baru dimulai 2018 dengan catatan kalau kita semua yakin itu tidak akan membuat banjir di Tangerang. Kalau semua happy, secara teknis happy. Sambil menunggu itu, maka Cisadane hilir mulai 2015 ini akan dilakukan normalisasi besar-besaran," katanya seusai rapat.

Sebelum melakukan proyek itu, saat ini langkah yang akan dilakukan Kementerian PU dan pemerintah provinsi terkait adalah melakukan normalisasi sungai Cisadane.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Muhammad Hasan mengatakan, sudetan akan berhasil jika dilakukan penanganan di sektor hilir terlebih dahulu. 3 kali kecil di sekitar Cisadane akan dilakukan normalisasi mulai tahun 2015 nanti. Kali Sapi, Cirarap, dan Dadap akan dinormalisasi.

"Prinsipnya selalu dari hilir dulu," papar Hasan.

Anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah pusat untuk pembangunan sodetan ini senilai Rp 1,5 triliun dan seluruhnya berasal dari APBN.

Hasan mengatakan, sebelum melakukan proyek sudetan tersebut, akan dilakukan juga proyek normalisasi Sungai Cisadane di tahun 2015 nanti ada 3 kali kecil yang termasuk dalam jaringan Sungai Cisadane. Normalisasi sungai sepanjang 30 km ini juga berasal dari APBN senilai Rp 1,9 triliun.

"Kalau dengan DKI kita kesepakatannya adalah semua program normalisasi itu fisiknya adalah APBN," jelas Hasan.

Pemerintah provinsi yang terkait menurut Hasan akan menyediakan kebutuhan lahan untuk proyek antisipasi banjir tersebut. Termasuk dengan menggelontorkan APBD untuk membebaskan lahan.

Sudetan yang akan dibuat di sungai ini berbentuk terowongan berdiameter 4 meter. Sudetan ini akan mengalihkan debit air dari Sungai Ciliwung menuju ke Sungai Cisadane sebesar 200 meter kubik per detik.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads