Ssst...Ada Jaringan Mafia di Bisnis Beras

Ssst...Ada Jaringan Mafia di Bisnis Beras

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 28 Jan 2014 17:38 WIB
Ssst...Ada Jaringan Mafia di Bisnis Beras
Jakarta - Temuan beras impor asal Vietnam yang diduga ilegal di Pasar Cipinang memunculkan tudingan adanya jaringan mafia bisnis beras di Indonesia. Benarkah?

Tudingan ini sangat mungkin, pasalnya beras merupakan kebutuhan pokok yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sehingga tak heran apabila ada sekolompok orang bermain-main di sektor beras.

"Karena ini urusannya perut urusan beras sudah dipegang oleh jaringan mafia," ungkap seorang eks importir sekaligus juragan beras skala besar di Jakarta yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikFinance, Selasa (28/01/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut mantan importir beras ini, banyak tindakan curang yang sengaja dilakukan oleh para importir beras. Pelanggaran para importir itu, antaralain bisa menyelundup dan memperjualbelikan izin impor beras.

"Kasus yang sekarang terungkap adalah penyelundupan. Akan tetapi banyak juga importir yang jual beli kuota seperti kasus daging sapi dimana importir yang kuotanya sedikit dan dikasih banyak. Pokoknya adanya permainan kuota," imbuhnya.

Ia menekankan agar peran Perum Bulog dioptimalkan untuk menjaga kondisi pasokan dan harga beras nasional, untuk beras medium maupun beras khusus. Hal ini sudah dilakukan beberapa negara ASEAN seperti Malaysia.

"Caranya adalah peran Perum Bulog ini dioptimalkan agar gerak si mafia terbatas terutama importir yang selama ini bertindak nakal dengan praktik-praktik penyelundupan dan jual beli kuota. Malaysia sudah melakukan itu melalui badan seperti Bulog dan tidak memberikan rekomendasi impor beras kepada importir swasta," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads