Ada Hajatan Ekonomi Di Balik Pemilu

Pemilu dan Gerakan Ekonomi (1)

Ada Hajatan Ekonomi Di Balik Pemilu

Hidayat Setiaji - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2014 10:35 WIB
Ada Hajatan Ekonomi Di Balik Pemilu
Foto: Antara
Jakarta - Tahun ini Indonesia akan menjalani ritual politik lima tahunan, yaitu Pemilihan Umum. Pemungutan suara dimulai pada 9 April mendatang untuk memilih anggota DPR, DPD, dan DPRD. Lalu pada 9 Juli rakyat Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden.
 
Meski gong pemilu baru dimulai pada April, tetapi hawa pesta demokrasi sudah dimulai sejak awal tahun ini. Maklum, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengizinkan kampanye sejak 11 Januari meski baru kampanye terbatas berupa pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye kepada masyarakat umum, dan pemasangan alat peraga. Sementara kampanye melalui rapat umum dan iklan di media massa dijadwalkan pada 16 Maret sampai 5 April.
 
Pemilu sejatinya bukan hanya pesta demokrasi, tetapi juga hajatan ekonomi. Menurut Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan, Pemilu diperkirakan mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi sekitar 0,3 persen. Perekonomian akan terdorong karena aktivitas kampanye partai politik, calon legislator, maupun calon presiden-wakil presiden.
 
Selain belanja terkait kampanye, ada pula gelontoran duit dari pemerintah untuk penyelenggaraan Pemilu. “Belanja pemerintah pusat untuk keperluan Pemilu akan kami efektifkan,” ujar Bambang, di Jakarta baru-baru ini.
 
Juniman, ekonom BII, mengatakan wajar jika BI optimistis dengan prospek pertumbuhan ekonomi 2013. “Kalau kita lihat historisnya, 2008 itu konsumsi pemerintah tumbuh 10 persen karena tambahan anggaran untuk persiapan Pemilu. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh tinggi karena ada tambahan penghasilan. Jadi Pemilu memang membantu pertumbuhan,” paparnya.
 
Bahkan kampanye haram seperti money politic juga bisa berdampak positif bagi pertumbuhan. “Money politic kan menambah pendapatan dan konsumsi masyarakat. Ini masih ada, walau sudah dilarang,” ujar Juniman.
 
Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Danamon, memperkirakan Pemilu akan menambah pertumbuhan ekonomi 2014 sekitar 0,1 persen. Dengan tambahan dari Pemilu, Danamon memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2014 sebesar 5,9 persen.
 
“Tahun ini kami perkirakan akan ada kenaikan konsumsi masyarakat maupun pemerintah. Sebagian karena dorongan Pemilu,” kata Anton.
 
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, menyatakan Pemilu juga akan berdampak pada pergerakan bursa saham. Biasanya, Pemilu akan membawa sentimen positif.
 
“Dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa dalam kondisi normal adanya Pemilu memiliki kaitan positif pada bursa saham. Ini karena ada harapan baru akan ekonomi yang lebih baik,” kata Reza dalam risetnya.
 
Saham yang patut dicermati ketika Pemilu, lanjut Reza, adalah sektor media. Sektor ini diperkirakan mampu mencapai pertumbuhan minimal 10-15 persen.
 
“Belanja iklan masih mendominasi, di antaranya belanja iklan partai politik dan pemilu. Selain itu ada juga pergelaran Piala Dunia 2014,” ujar Reza.
 
Pertumbuhan ekonomi dan bursa saham merupakan gambaran umum bagaimana hajatan besar pesta demokrasi bisa mendorong perekonomian. Kira-kira bagaimana dampaknya terhadap aktivitas bisnis yang lain? Simak laporan detikFinance kali ini.

(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads