Follow detikFinance
Rabu, 29 Jan 2014 14:50 WIB

Tahir Pernah Bawa Uang Tunai Rp 2,5 miliar untuk Korban Gempa di Padang

- detikFinance
Jakarta - Pendiri Mayapada Group yang termasuk orang terkaya di Indonesia Tahir dikenal adalah orang dermawan. Dia kerap menggelontorkan uang untuk misi kemanusiaan dan bantuan bencana.

Pada bencana banjir Jakarta, Tahir memberikan bantuan uang tunai senilai Rp 6 miliar kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Tahun lalu dia pun memberikan bantuan uang Rp 7 miliar untuk korban banjir di Jakarta.

Tak hanya itu, pada bencana gempa bumi yang terjadi Padang beberapa tahun lalu Tahir memberikan uang sebesar Rp 2,5 miliar. Uang tersebut dia bawa secara tunai menggunakan pesawat komersil.

"Ke Padang saya bawa kontan Rp 2,5 miliar naik Garuda belum punya pesawat pribadi," kata Tahir yang berbatik emas saat mengunjungi kantor detikcom di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Menantu taipan Mochtar Riady ini menolak saat ditawari bertemu Gubernur Sumatera Barat kala itu. Dia memilih untuk langsung bertemu dengan masyarakat yang terdampak bencana.

"Ada yang nawarin, Pak, ketemu gubernur. Saya bilang nggak, saya mau ketemu warga. Karena saya sorenya mau pulang," jelas Tahir.

1.000 orang masyarakat yang terdampak diberi masing-masing Rp 1 juta oleh Tahir. Sisanya digunakan untuk perbaikan gedung-gedung atau infrastruktur yang rusak karena guncangan gempa.

Tahir lebih memilih untuk memberikan bantuannya secara langsung, terjun ke lapangan bertemu masyarakat yang membutuhkan.

"Ngasih langsung, saya nggak mau nggak lewat-lewat (perantara). Kan biasanya ada musim penyunatan. hehehehe," kelakar dia.

Kekayaan Tahir mencapai Rp 20 triliun. Dia masuk ke dalam daftar orang terkaya versi Forbes. Dia dikenal sebagai orang kaya yang dermawan.

Baru-baru ini ia juga bergabung dalam perkumpulan dermawan dunia Giving Pledge. Selain Tahir, ada enam orang lainnya yang juga bergabung yaitu Beth Klarman (Manajer Hedge Fund Massachusetts), Liz dan Eric Lefkosfsky (investor besar yang juga CEO Groupon), Richard Edwin dan Nancy Peery Marriot (Pendiri Hotel Marriot), dan Hansjorg (Bioteknisi di Wyoming).

Ketujuh orang ini bergabung dengan para pendiri dari klub dermawan seperti Bill dan Mellinda Gates, Warren Buffet, Mark Zuckerberg, Vincent Tan dan Yuri Milner.

Giving Pledge adalah klub berisi sekumpulan orang kaya dunia yang rela menyisihkan sebagian sampai seluruh hartanya demi kemanusiaan ketimbang mewariskannya ke anak atau keluarganya.

Ia juga masuk jajaran '48 Pahlawan Filantropis' atau '48 Heroes of Philanthropy' versi majalah Forbes bersama Anne Avantie, Jusuf Kalla, dan Irwan Hidayat.

Tahir yang ayahnya memiliki usaha membuat becak sempat berhenti sekolah medis di Taiwan karena ayahnya sakit. Ia kemudian belajar berbisnis di Singapura, dan memulainya di bank Mayapada.

Istrinya, Rosy merupakan putri taipan dari Mochtar Riady. Tahir menduduki peringkat ke-12 dari 40 orang terkaya se-Indonesia. Harta kekayaan Tahir mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 20 triliun.




(zul/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed