Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Djoko Murjanto menyebutkan, banjir yang terjadi di Manado, Sulawesi Utara pada dua pekan lalu mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan sehingga perlu penanganan mendesak.
Untuk 'menutupi' kebutuhan tersebut, pihaknya membutuhkan dana tambahan sedikitnya Rp 45 miliar untuk penanganan permanen dan penanganan mendesak untuk tanggap darurat (pasca bencana) sebesar Rp 30 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, di ruas Manado-Tomohon misalnya, ada 16 titik dari total 32 titik yang perlu segera mendapatkan penanganan.
Djoko menambahkan, perbaikan dilakukan dengan pemasangan jembatan bailey dan gorong-gorong. Perbaikan juga dilakukan pada ruas jalan Airmadidi-Tondano, Manado-Tumpuaan, Tomohon-Kawangkoan serta jalan Ring Road.
"Manado memang wilayah yang paling parah rusak akibat banjir selain Pantura, Kudus," cetusnya.
(drk/dru)










































