Ini Alasan Kereta Super Cepat Dibangun di Jawa, Bukan Sumatera

Ini Alasan Kereta Super Cepat Dibangun di Jawa, Bukan Sumatera

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 30 Jan 2014 13:07 WIB
Ini Alasan Kereta Super Cepat Dibangun di Jawa, Bukan Sumatera
Jakarta - Proyek pembangunan kereta super cepat Shinkansen di Indonesia telah diawali dengan feasibility study atau studi kelayakan. Rute pertama yang akan dibangun adalah Jakarta-Bandung dengan rel sepanjang 144 km.

Kenapa harus Jakarta-Bandung?

Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Perekonomian Lucky Eko menyatakan pemilihan rute ini berdasarkan kondisi ekonomi wilayah itu sendiri. Jakarta-Bandung merupakan dua kota dengan ekonomi yang maju dibandingkan yang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian kota yang dilaluinya juga merupakan kawasan dengan ekonomi yang maju. Seperti Bekasi, Cikarang, dan Karawang yang nantinya pada rencana juga akan dibangun stasiun pemberhentian.

"Kemajuan ekonominya berbeda dibandingkan daerah lain. Termasuk dengan daerah di luar Jakarta-Bandung maupun Jawa," kata Lucky kepada detikFinance, Kamis (30/1/2014)

Lucky menjelaskan, untuk transportasi secanggih ini harus didukung dengan daya beli masyarakat yang diukur pada perekonomian daerah tersebut. Menurutnya, wilayah seperti Sumatera atau kawasan luar Jawa lainnya belum membutuhkan kereta super cepat.

"Kalau di Sumatera, kan ekonominya belum sebagus Jawa. Terutama Jakarta-Bandung. Karena untuk membangun ini kan harus ada faktor permintaan, harus ada pasarnya. Percuma kan kalau bangun kereta cepat, tapi nanti yang naik nggak ada," jelasnya.

Apalagi jika melihat rencana pengenaan tarif untuk kereta ini cukup mahal, yaitu Rp 200.000. Artinya segmentasi konsumennya adalah menengah ke atas. Lucky menilai wilayah seperti Sumatera lebih membutuhkan kereta api biasa.

"Kan beda kebutuhan dengan Jawa, kalau Sumatera kebutuhannya baru kereta biasa saja. Nggak usah kereta cepat," sebut Lucky .

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, jika ke depan Sumatera bisa dibangun kereta cepat. Karena berdasarkan ekonomi kawasan, Sumatera bisa saja tumbuh menyusul Jawa. Sehingga kebutuhannya nanti akan meningkat.

"Kalau sekarang belum, tapi nanti mungkin iya. Karena Sumatera berada di bawah dari Jawa ekonominya. Kalau cepat tumbuhnya kan bisa juga," ujarnya.

(mkj/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads