"Cara yang bisa dilakukan untuk peningkatan produksi perajin? kita sudah mempersiapkan KUR dan dana bergulir," kata Syarief usai serah terima kedelai impor milik Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) di Terminal Koja, Tanjung Priok Jakarta, Kamis (30/01/2014).
Sementara itu sejak tahun 2012 yang lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan kesempatan kepada Gakoptindo bisa menggunakan KUR maksimal Rp 2 miliar. Kredit tersebut dijamin oleh Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) untuk produksi dan import kedelai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di tahun 2014 ini, pemerintah telah menyediakan dana KUR sebesar Rp 38 triliun atau meningkat dari tahun lalu yang hanya Rp 36,6 triliun. Selain KUR, program pendampingan kepada para perajin juga dinilai penting terutama untuk menggenjot produksi.
"Yang paling penting juga pendampingan dengan ditekankan kualitas dan produksi yang bagus dan jangan terlalu mahal harga kedelainya. Tahun 2013 dana KUR kita lewat Rp 36,6 triliun, akumulatif Rp 137 triliun. Tahun ini target Rp 38 triliun, iya meningkat," jelasnya.
(wij/dru)










































