Sengkarut Kanal Love di Niagara

Fulus di Balik Sampah Beracun (4)

Sengkarut Kanal Love di Niagara

- detikFinance
Senin, 03 Feb 2014 16:05 WIB
Sengkarut Kanal Love di Niagara
Jakarta - Dan Reynolds dan istrinya, Teresa, merasa tertipu. Mereka merasa janji bahwa lingkungan permukiman mereka sudah bersih dari kandungan racun berbahaya di sekitar air terjun Niagara, di Amerika Serikat, hanyalah isapan jempol belaka.

β€œKami terjebak di sini dan ingin segera keluar,” kata Reynolds, yang membeli rumah besar di dekat Love Canal seharga US$ 39.900 pada satu dekade lalu.

Kepada National Post pada akhir 2013 lalu, Reynolds mengakui, sejak semula mereka sudah tahu bahwa permukiman yang mereka tinggali pernah terpapar pencemaran lingkungan yang tercatat dalam sejarah. Tapi dia memegang pernyataan dari agen properti bahwa kawasan itu sudah bersih dari pencemaran.

Belakangan, Dan dan keluarganya mulai kerap menderita ruam-ruam kulit dan gejala penyakit ringan yang asalnya misterius. Tak hanya mereka, gejala-gejala seperti itu juga dirasakan warga lainnya.

Mereka menduga, itu ada kaitannya dengan residu pencemaran lingkungan yang pernah menyebabkan eksodus besar-besaran pada 1978 di daerah itu. Mereka pun akan menggugat ke pengadilan.

Sasaran gugatan adalah perusahaan bernama Occidental Petroleum Corp. Perusahaan inilah yang dulu membeli perusahaan penyebab kerusakan lingkungan di Love Canal.

Love Canal adalah semacam 'kakek' dari semua Superfund di Amerika Serikat. Superfund adalah undang-undang tentang pembiayaan besar-besaran untuk mengatasi dampak pembuangan sampah beracun. Area Superfund di Amerika Serikat mencapai 1.300 lokasi.

Love Canal bermula dari seorang pengembang bernama William Love yang menyodorkan proposal sebuah kanal sepanjang 7 mil kepada pemerintah Kota Niagara Falls. Tapi baru menggali satu mil, William Love menghentikan proyeknya.

Penduduk sekitar pun menjadikannya tempat memancing, awalnya. Berikutnya giliran pabrik kimia, Hooker Chemical Company, yang membeli kawasan itu dan menjadikannya tempat pembuangan sekitar 22 ribu ton limbah beracun pada kurun waktu 1947-1952 dan menimbunnya dengan tanah.

Pada 1953 Hooker menjual kawasan itu kepada pihak dewan sekolah distrik Niagara Falls, yang sedang mencari lahan baru untuk mendirikan sekolah. Pihak Hooker memperingatkan akan bahaya membangun di atas timbunan sampah beracun. Tapi sekolah bergeming dan mendapatkan properti itu seharga hanya US$ 1.

Mereka mulai membangun sekolah di sana. Tapi pada saat konstruksi, pengembang menemukan banyak drum beracun sehingga pondasi sekolah direlokasi. Beberapa waktu kemudian, kawasan itu dijadikan area permukiman murah seiring berkembangnya perekonomian di Kota Niagara.

Dampak racun mulai dirasakan penduduk di sana, yaitu dengan timbulnya berbagai penyakit. Sejumlah penyelidikan pun mendapati area itu sangat terkontaminasi zat beracun. Keresahan memuncak.

Akhirnya, pada 1978, Presiden Jimmy Carter mendeklarasikan Love Canal sebagai area bencana federal. Pemerintah mengevakuasi 239 keluarga dari sekitar kawasan itu. Lalu pada 1980 pemerintah membeli 500 rumah lagi.

Kongres memberlakukan pajak khusus bagi perusahaan yang membuang limbah di sana, serta meminta mereka membersihkan area tersebut. Total duit yang dikumpulkan mencapai US$ 1,8 miliar.

(DES/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads