Pemerintah puas dengan kinerja ekspor Indonesia yang masih melampaui target meskipun ekonomi dunia sedang sulit di 2013.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengakui total kinerja ekspor tahun lalu (US$ 190,04 miliar) memang ada penurunan ekspor dari sisi nilai, namun dari sisi volume mengalami peningkatan cukup signifikan.
Target total ekspor 2013 mencapai US$ 179 miliar, sedangkan realisasinya mencapai US$ 182,6 miliar atau melampaui target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag) ekspor bulan Desember 2013 mencapai US$ 16,9 miliar. Kinerja ekspor tersebut mengalami penguatan dibanding tahun lalu, dengan pertumbuhan ekspor bulan Desember 2013 mencapai 10,3% (YoY) atau dibandingkan dengan periode yang sama 2012.
"Pertumbuhan ekspor sejak awal semester II-2013 bergerak ke arah positif," katanya.
Ia menyebutkan nilai ekspor nonmigas ke beberapa negara selama 2013 mengalami kenaikan signifikan antaralain ke Turki dengan kenaikan mencapai US$ 172,8 juta.
Selain itu, disusul dengan kinerja ekspor ke Myanmar, Nigeria, Vietnam, Ukraina, dan Mesir yang mengalami kenaikan antara US$ 88 juta sampai US$ 154,8 juta.
Kinerja ekspor nonmigas ke beberapa negara mitra dagang utama juga mengalami kenaikan signifikan seperti India (US$ 563,4 juta), Amerika Serikat (US$ 491 juta), dan China (US$ 418,1 juta).
Produk ekspor yang mendorong peningkatan ekspor bulan Desember 2013 antaralain bijih, kerak, dan abu logam (naik 40,2%), serta timah (155,1%).
Sementara itu, beberapa produk manufaktur memberikan kontribusi peningkatan ekspor yang signifikan sampai Desember 2013, antara lain pakaian jadi bukan rajutan meningkat US$ 81,4 juta naik 29,9% dibanding bulan sebelumnya (MoM) serta kendaran dan bagiannya meningkat US$ 49 juta naik 13,4% (MoM).
"Jadi Alhamdulillah pada Desember 2013 ini kita mendapatkan surplus dalam neraca perdagangan kita sebesar US$ 1,5 miliar (hanya Desember) terbesar sepanjang 2 tahun terakhir. Dengan gambaran ini kita berpandangan optimis di tahun 2014 apalagi dengan pertumbuhan ekonomi Amerika, Jepang bahkan Eropa bergerak positif itu akan memberikan kesempatan lebih besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspornya," jelas Bayu.
(wij/hen)











































