Kalangan tersebut ternyata semakin menggemari barang-barang mewah untuk dibelanjakan. Tetapi, tidak semua orang membeli barang mewah tersebut untuk dipakai justru membelinya untuk berinvestasi.
Apakah salah berinvestasi di barang mewah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, belakangan ini, semakin banyak orang yang membeli tas atau aksesoris mewah untuk dijadikan investasi. Umumnya orang yang membeli dengan niatan investasi adalah kolektor yang memang jarang sekali memakainya.
"Investasi melalui barang konsumsi memang terdengar aneh, namun ternyata cukup logis. Aksesoris ekslusif dan bermerek umumnya memiliki harga yang sangat tinggi dan cenderung semakin meningkat seiring berjalannya waktu karena dinilai sebagai produk klasik," demikian kutipan artikel tersebut.
Contohnya saja, Birkin Bag keluaran rumah mode Perancis, Hermes, yang umumnya dibanderol sekitar Rp 60 juta, namun ketika trlah menjadi klasik harganya bisa meroket hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, terdapat pangsa pasar yang besar atas produk-produk semacam ini mengingat semakin banyaknya kolektor dan semakin besarnya jumlah kalangan menengah ke atas di Indonesia.
Selain itu, mereka yang membeli barang mewah ini juga terkadang sengaja membelinya untuk kemudian disewakan kembali. Periode sewanya mulai dari sebulan, dan mereka yang menyewa juga merasa lebih diuntungkan karena tidak perlu membeli dengan harga penuh, tapi tetap dapat menikmati prestise dari menggunakan barang mewah tersebut. Hal ini marak dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, antara lain di Jakarta, Bandung dan Medan.
Tertarik?
Jika tertarik, sebelum memutuskan untuk membeli barang mewah untuk investasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
"Pertama, pilih merek yang sudah ternama dan kredibilitasnya terbukti selama puluhan tahun," jelas artikel tersebut.
Produk dari brand yang baru ternama atau hanya terkenal karena tren sesaat relatif akan turun harganya dalam beberapa tahun ke depan sehingga bukan pilihan yang tepat untuk investasi jangka panjang. Kedua, pilih produk dengan model dan material yang klasik dan tahan lama agar tetap sesuai dengan preferensi pasar dan tetap laku di kemudian hari.
Terakhir, sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan dan yakinkan kembali alasan membeli barang mewah tersebut, apakah untuk konsumsi atau investasi agar bisa mengatur pemakaian barang. "Ingat juga bahwa investasi tidak boleh mengganggu cash flow," tutup artikel tersebut.
(dru/dnl)










































