Harga Properti Turun, Tanah Kuburan Melonjak

Ramalan Bisnis Tahun Kuda (2)

Harga Properti Turun, Tanah Kuburan Melonjak

- detikFinance
Rabu, 05 Feb 2014 10:36 WIB
Harga Properti Turun, Tanah Kuburan Melonjak
Foto: Dailymail
Jakarta - Tahun kuda kayu sudah dimulai pada 31 Januari lalu. Setelah melalui tahun ular air yang cukup menantang, tahun ini kita sepertinya juga akan diuji dengan riak-riak di bidang ekonomi.

Suhu Yo, praktisi fengshui, memperkirakan tahun ini Indonesia masih akan akrab dengan bencana. “Kuda Kayu itu rentan terhadap air, berarti akan ada banjir. Kayu juga rentan terhadap angin, akan ada angin besar,” ujarnya.

Di bidang perekonomian, Suhu Yo mengemukakan kerja keras harus dilakukan agar tidak terlindas. “Kuda identik dengan kerja keras, penuh semangat,” ujarnya.

Secara umum, Suhu Yo memprediksi perekonomian Indonesia masih penuh tantangan pada tahun ini. Nilai tukar rupiah, misalnya, diperkirakan bakal terus mengalami tekanan.

“Kuda kayu itu akan mendongkrak dolar menjadi Rp 15 ribu-16 ribu. Kemarin 2013 saya ramal dolar Rp 12 ribu, dan itu terjadi,” kata Suhu Yo.

Pada April tahun lalu, Suhu Yo pernah meramalkan nilai tukar rupiah akan menyentuh level Rp 13 ribu per dolar AS. Kemudian pada November rupiah diperkirakan melemah hingga mencapai kisaran Rp 15 ribu-16 ribu per dolar AS.

Seperti halnya para ahli fengshui di Hong Kong, Suhu Yo pun meramalkan sektor properti akan melambat pada tahun kuda kayu. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan harga properti adalah kenaikan yang tajam pada tahun-tahun sebelumnya.

“Harga tanah naik terus, di daerah elit contohnya di Puri Indah Rp 25 juta, PIK (Pantai Indah Kapuk) Rp 25 juta, rata-rata harga tanah yang biasa Rp 10 juta naik jadi Rp 20 juta malah ada yang naik sampai Rp 35 juta. Di daerah pusat perdagangan seperti Kuningan bisa Rp 40 juta. Namun ini nanti akan anjlok menjadi 50 persen dari harga 2013,” papar Suhu Yo, yang merupakan Dewan Pakar Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuhan Alternatif Indonesia (FKPPAI).

Meski sektor properti melambat, tetapi harga tanah untuk pemakaman diperkirakan tetap naik. “Dia naik karena hanya 2x3 meter, luasnya lebih kecil dari tanah untuk bangunan. Kalau harga tanah untuk perumahan akan anjlok drastis, mungkin mencapai 50 persen. Banyak yang akan menjual di bawah NJOP (Nilai Jual Objek Pajak),” sebut Suhu Yo.

Sementara Djohar Koh, ahli fengshui pengelola situs fengshui-koh.com, memperkirakan bursa saham domestik akan membaik dibandingkan tahun lalu. “Tahun kemarin itu sebenarnya sudah bagus di awal, tetapi ada elemen air yang meredam perkembangannya. Ini terlihat setelah semester I fluktuasinya sangat tinggi,” katanya.

Meski tahun ini bursa saham membaik, tetapi Djohar menyarankan investor tetap waspada. “Kalau terlalu baik atau terlalu cepat kan tidak bagus juga, bisa overheating,” ujarnya.

Djohar menilai investor perlu waspada pada pertengahan tahun. “Mungkin sekitar Juni kita bisa melihat perkembangan yang terlalu cepat, harus hati-hati,” sebutnya.

Sedangkan Suhu Xiangyi, ahli fengshui pengelola situs hongsui.net, memprediksi inflasi bakal cukup tinggi pada tahun kuda kayu ini. “Inflasi artinya harga-harga naik. Jadi kita harus pintar dalam mengelola keuangan,” katanya.

(hds/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads