Banjir dan Jalan Rusak Bikin Harga Cabai Rawit Cs Melejit

Banjir dan Jalan Rusak Bikin Harga Cabai Rawit Cs Melejit

- detikFinance
Rabu, 05 Feb 2014 12:17 WIB
Banjir dan Jalan Rusak Bikin Harga Cabai Rawit Cs Melejit
ilustrasi
Jakarta - Banjir dan jalan rusak di Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) mengganggu proses distribusi sayur-mayur ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Gangguan distribusi ini secara langsung berdampak pada kenaikan harga sayuran di Jakarta seperi cabai rawit.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) Ngadiran mengungkapkan proses pemasukan sayur-mayur ke Pasar Induk Kramat Jati berkurang lebih dari 25% setiap hari.

Beberapa sentra produksi sayuran seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung, yang selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan sayur-mayur di Pasar Induk Kramat Jati mengalami banjir.

"Pasokan sayuran ini dari Lembang, Jatim dan Lampung mengalmi gangguan karena banjir dan banyak jalan yang rusak sehingga kendaraan banyak yang berhenti terutama di Pantura. Pengurangan jumah tonase sayuran yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati berkurang lebih dari 20%-25%," ungkap Ngadiran kepada detikFinance, Rabu (5/2/2014).

Kejadian ini sudah terjadi sejak awal Bulan Januari lalu yaitu saat puncak musim hujan terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

"Gangguan pasokan sudah terjadi sejak 3 minggu ini. Sudah tidak menentu barangnya masuk dari minggu pertama Januari sampai sekarang," imbuhnya.

Dampaknya adalah harga produk sayur-mayur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga terjadi terutama pada produk sayuran yang rawan rusak akibat banjir.

"Harga cabai keriting dan rawit merah itu biasanya Rp 20.000-22.000/kg sekarang di atas Rp 30-35.000/kg. Tomat biasa Rp 4.000 sekarang Rp 7.000/kg, kentang biasanya Rp 7.000 sekarang Rp 10.000/kg, wortel biasanya Rp 4.000/kg sekarang Rp 6.000/kg. Sedangkan bawang merah dan bawang putih belum mengalami lonjakan harga yang siginifikan," jelasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads