Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) Ngadiran mengungkapkan proses pemasukan sayur-mayur ke Pasar Induk Kramat Jati berkurang lebih dari 25% setiap hari.
Beberapa sentra produksi sayuran seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung, yang selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan sayur-mayur di Pasar Induk Kramat Jati mengalami banjir.
"Pasokan sayuran ini dari Lembang, Jatim dan Lampung mengalmi gangguan karena banjir dan banyak jalan yang rusak sehingga kendaraan banyak yang berhenti terutama di Pantura. Pengurangan jumah tonase sayuran yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati berkurang lebih dari 20%-25%," ungkap Ngadiran kepada detikFinance, Rabu (5/2/2014).
Kejadian ini sudah terjadi sejak awal Bulan Januari lalu yaitu saat puncak musim hujan terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
"Gangguan pasokan sudah terjadi sejak 3 minggu ini. Sudah tidak menentu barangnya masuk dari minggu pertama Januari sampai sekarang," imbuhnya.
Dampaknya adalah harga produk sayur-mayur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan harga terjadi terutama pada produk sayuran yang rawan rusak akibat banjir.
"Harga cabai keriting dan rawit merah itu biasanya Rp 20.000-22.000/kg sekarang di atas Rp 30-35.000/kg. Tomat biasa Rp 4.000 sekarang Rp 7.000/kg, kentang biasanya Rp 7.000 sekarang Rp 10.000/kg, wortel biasanya Rp 4.000/kg sekarang Rp 6.000/kg. Sedangkan bawang merah dan bawang putih belum mengalami lonjakan harga yang siginifikan," jelasnya.
(wij/hen)











































